Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Susu Sapi Segar Lokal Diharapkan Lebih Layak

Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia berharap pemerimtah dapat menentukan harga susu sapi segar dalam negeri yang layak untuk para peternak.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 Januari 2017  |  06:31 WIB
Harga Susu Sapi Segar Lokal Diharapkan Lebih Layak
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia berharap pemerimtah dapat menentukan harga susu sapi segar dalam negeri yang layak untuk para peternak. 

Wakil Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Heru S. Prabowo menambahkan kebutuhan susu nasional masih tergantung oleh impor susu bubuk sebesar 82%.

"Rendahnya harga susu sapi segar dalam negeri (SSDN) di tingkat peternak menjadi penyebab utama keengganan peternak untuk memelihara sapi perah," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Minggu (8/1). 

Dia menilai harga susu sapi perah belum mampu menutupi biaya operasional untuk pemeliharaan sapi terutama pakan sapi perah. Harga susu sapi perah ini berkisar antara Rp5.000 hingga Rp5.500 per liter.

Menurutnya, harga dasar yang setidaknya dibutuhkan oleh peternak sapi perah adalah Rp6.000 per liter.

"Dengan harga tersebut peternak diperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp1,9 juta per bulan," ucap Heru.


Operation Manager Milk Sourcing Unit PT Greenfield Indonesia Irwansah menuturkan saat ini satu ekor sapi di greenfields saat ini mampu memproduksi sekitar 31 liter susu per hari.

Beroperasi sejak tahun 1997, peternakan Greenfields saat ini memiliki populasi sapi sebanyak 8.000 ekor sapi ini merupakan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia.

"Jumlah produksi tersebut bisa dicapai karena sapi di Peternakan Greenfields dibuat senyaman mungkin mulai dari kebersihan kandang, supply pakan yang terus menerus, serta batas maksimal satu jam per hari interaksi antara sapi dengan manusia hanya selama memerah," tuturnya.

Irwansah menilai jumlah produksi tersebut terhitung cukup tinggi dibandingkan produksi susu sapi oleh peternak yang hanya di kisaran 15-20 liter per hari per sapi.

Angka produksi tersebut merupakan rerata jumlah produksi peternak sapi binaan Greenfields. 

Dengan jumlah total binaan sebanyak 165 peternak dengan populasi 1.100 ekor yang terdiri 700 sapi produksi dan sisanya pedet serta sapi yang tidak berproduksi mampu menghasilkan 7.000 liter susu per hari.

"Mengambil bibit sapi Holstein dari Australia dan dikembangkan secara lokal, Greenfields mampu meproduksi susu sebesar 42 juta ton susu setiap tahunnya," ujarnya.

Sejalan dengan concern pemerintah, tambahnya, Greenfields juga memiliki program kemitraan kepada petani juga mendampingi petani selama masa pemeliharaan, bantuan pembuntingan  sapi, hingga proses penjualan susu sapi.

"Kami membantu menjualkan susu sapi mereka dengan langsung membeli dari petani tanpa melalui koperasi sehingga memotong rantai pembelian," ucapnya.

Greenfields juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menjalankan kemitraan pengadaan pakan sapi dengan rumput odot dan tebon jagung untuk petani di sekitar lokasi usaha.

"Setiap bulannya petani rumput odot dapat memperoleh penghasilan sekitar 8 juta per bulan dengan produksi sekitar 40 ton rumput di lahan 1 hektare," kata Irwansah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga susu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top