Angkutan Natal & Tahun Baru : Jumlah Armada Bus Turun

Jumlah armada bus dalam kota dalam provinsi (AKDP) dan Antar Provinsi (AKAP) di Jabar yang akan memenuhi kebutuhan penumpang di libur Natal dan Tahun Baru 2017 turun.
Wisnu Wage Pamungkas | 21 Desember 2016 17:32 WIB
Bus AKAP - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Jumlah armada bus dalam kota dalam provinsi (AKDP) dan Antar Provinsi (AKAP) di Jabar yang akan memenuhi kebutuhan penumpang di libur Natal dan Tahun Baru 2017 turun.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik mengatakan untuk angkutan darat baik AKAP dan AKPD termasuk bus pariwisata dipastikan turun dari kesiapan tahun lalu. Pada 2015 lalu, pihaknya bersama Organda Jabar menyiapkan armada hingga 8000 armada.

“Untuk armada bus sekarang jumlahnya 5.072 bus, sudah termasuk pariwisata,” katanya pada bisnis di Bandung, Rabu (21/12).

Menyusutnya armada bus ini dikarenakan pada libur natal dan tahun baru 2016 jumlah penumpang yang memakai bus khususnya di jalur Pantura turun. Dari pergerakan sebanyak 1.066.014 kendaraan pada 2014, pada akhir tahun 2015 hanya mencapai 830.217 kendaraan. “Jadi armada untuk bus berkurang, karena libur akhir tahun lebih banyak bus pariwisata,” paparnya.

Dedi menghitung, meski armada darat berkurang, pergerakan kendaraan pada libur akhir tahun ini akan meningkat dibanding sebelumnya sekitar 30-35%. Kenaikan terutama terjadi di jalur Selatan dan Tengah yang menjadi lintasan utama menuju objek wisata. “Jabar ini tujuan sekaligus lintasan, mudah-mudahan tidak terlalu banyak yang ke Jabar,” ujarnya.

Moda transportasi darat yang dipastikan akan dipadati penumpang menurut pihaknya adalah kereta api. Dengan 31 jurusan dibuka, diperkirakan ada 4,5 juta penumpang menggunakan kereta api saat libur panjang nanti. Asumsinya, ke-31 jurusan tersebut diisi sekitar 212 ribu penumpang. “Ini diperkuat dengan habisnya tiket dari Bandung ke jurusan menuju Jawa Tengah dan Timur,” tuturnya.

Sementara untuk pesawat, diperkirakan aka nada 82 pergerakan yang menggunakan 40 pesawat dari berbagai maskapai. Dishub Jabar sendiri belum menerima informasi kemungkinan adanya penerbangan ekstra yang disediakan sejumlah maskapai. “Yang baru dicadangkan 2 pesawat, tapi belum ada konfirmasi lagi soal ekstra flight,” katanya.

Kenaikan angkutan juga terjadi di sungai, danau dan penyeberangan yang mencapai 1.213 kapal di bawah 7 gross ton yang menyediakan 14.556 kursi. Dedi mengakui ASDP tahun ini naik karena aktifitas wisata di sejumlah waduk seperti Saguling, Cirata, Jatiluhur, Muara Gembong hingga pantai Majingklak, Pangandaran naik. “Ini termasuk tinggi,” cetusnya.

Terkait kondisi keamanan jalur natal dan tahun baru 2017 di Jabar menurutnya karena intensitas curah hujan masih tergolong tinggi dan membuat sejumlah titik rawan longsor.

Dia menunjuk untuk wilayah selatan Jabar seperti Garut dan Tasikmalaya mesti menjadi prioritas penempatan alat berat. "Kami sudah berkoordinasi dengan Bina Marga untuk menyiagakan alat berat di terutam wilayah Jabar Selatan,” tuturnya.

Selain meminta menyiapkan alat berat, pihaknya pun meminta agar lajur-lajur yang rusak serta penerangan jalan umum (PJU) segera diperbaiki, terutama di wilayah Jabar Selatan tersebut.

"Saya sudah survey di beberapa titik terutama jalur Garut - Tasikmalaya. Ada yang komponennya hilang diambil orang atau rusak karena cuaca. Kami sudah minta [Bina Marga] untuk segera diperbaiki," katanya.

Terpisah, Kadis Bina Marga Jabar M Guntoro mengatakan seperti tahun sebelumnya pihaknya menjadi bagian dari antisipasi kemungkinan kemacetan lalu lintas maupun gangguan bencana alam saat libur panjang akhir tahun ini. “Sudah terkoordinasi semua,” ujarnya.

Menurutnya Bina Marga mendapat kewajiban menyiapkan sejumlah alat berat dan personel serta mendirikan posko komunikasi. Untuk Natal kerawanan menurutnya ada di pusat Kota dan wisata selain kemacetan juga rawan akan adanya bencana. “Alat berat disiapkan, di Nagreg ada. Puncak sudah disiapkan,” tuturnya.

Titik longsor yang diawasi pihaknya antara lain di kawasan Jabar Selatan, sementara untuk Pantura pihaknya mengawasi kemungkinan di jalur Cagak, Subang, lalu Pangalengan, Kabupaten Bandung serta Cisewu, Garut. “Kita antisipasi semua termasuk macet karena banjir,” ujarnya.

Sampai 31 Desember 2016 sendiri Bina Marga juga terus memperbaiki sejumlah ruas jalan yang masih rusak. Menurutnya kelancaran lalu lintas saat libur akhir tahun di Jawa Barat sudah menjadi prioritas pihaknya. “Perbaikan jalan terus, pas 31 Desember baru selesai, jembatan juga kita pantau yang vital-vital,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
armada bus, Natal dan Tahun Baru

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top