Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLTP Kamojang Unit I Beroperasi Kembali 2017

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit I Kamojang, Jawa Barat, akan kembali beroperasi pada Oktober 2017 setelah berhenti beroperasi (shut down) karena kerusakan turbin pada April 2014.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 01 Desember 2016  |  18:39 WIB
Sejumlah pekerja berdiri di depan sumur uap di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/11/2013). - Antara/Prasetyo Utomo
Sejumlah pekerja berdiri di depan sumur uap di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/11/2013). - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit I Kamojang, Jawa Barat, akan kembali beroperasi pada Oktober 2017 setelah berhenti beroperasi (shut down) karena kerusakan turbin pada April 2014.

"Rencananya Oktober tahun depan beroperasi kembali," kata Manager Maintenance PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang Faiq Kautsar seperti dikutip dalam situs resmi Kementerian ESDM, Kamis (1/12/2016).

Faiq menjelaskan, kerusakan turbin pada PLTP Unit I disebabkan masa operasinya yang telah melewati 32 tahun. Padahal, desain turbin untuk sumur panas bumi rata-rata untuk pemakaian 30 tahun. "Jadi memang sudah melewati masa umurnya," tambahnya.

Dia mengungkapkan, turbin panas bumi berbeda dengan turbin pembangkit konvensional karena material turbin disesuaikan dengan kualitas uap sehingga perlu dipesan khusus.

"Kalau geothermal, saya ngebor dan saya analisa kandungannya seperti apa, maka material turbinnya saya sesuaikan. Makanya pesannya agak lama," ujar Faiq.

Berhentinya operasi PLTP Unit I Kamojang berkapasitas 30 MW, lanjut Faiq, memang cukup berpengaruh terhadap kinerja pembangkit secara keseluruhan.

Dengan berkurangnya kapasitas PLTP Unit I, maka secara total PGE Kamojang hanya bisa memproduksi 205 MW dari kapasitas total lima unit pembangkit yang seharusnya 235 MW.

"Sayangnya karena uapnya jadi nganggur. Uapnya sudah stand by tapi tidak bisa dimanfaatkan optimal," tuturnya. Namun, menurut dia, hal tersebut tidak menjadi masalah besar karena energi yang saat ini tidak terpakai karena pembangkit rusak itu tetap bisa dimanfaatkan saat pembangkit kembali beroperasi.

PGE Area Kamojang memasok uap untuk PLTP Unit I Kamojang yang dikelola PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero). Dari lima unit pembangkit listrik di Area Kamojang, Unit I, Unit II dan Unit III dikelola Indonesia Power, sedangkan Unit IV dan Unit V dikelola sendiri oleh PGE Area Kamojang.

Lapangan panas bumi Kamojang sendiri diklaim sebagai salah satu lapangan terbaik dunia karena uap yang dikeluarkan sangat kering dengan kelembaban rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi PLTP Kamojang
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top