Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Sulsel: Rute Internasional Bisa Pangkas Biaya Logistik 50%

Layanan jalur pelayaran langsung dari Pelabuhan Makassar ke sejumlah negara di Regional Asia diklaim telah ikut mendorong efesiensi dan durasi pengiriman komoditas asal Sulawesi selatan.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 26 Oktober 2016  |  13:19 WIB
Pelabuhan Makassar - Ilustrasi/Jibiphoto
Pelabuhan Makassar - Ilustrasi/Jibiphoto

Bisnis.com, MAKASSAR - Layanan jalur pelayaran langsung dari Pelabuhan Makassar ke sejumlah negara di Regional Asia diklaim telah ikut mendorong efesiensi dan durasi pengiriman komoditas asal Sulawesi selatan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sulsel Hadi Basalamah mengatakan efesiensi durasi pengiriman maupun biaya logisitik bahkan telah terpangkas hingga 50% sejak Pelindo IV membuka jalur pelayaran internasional dengan menggadeng operator global SITC.

"Komoditas ekspor Sulsel yang dulunya mesti dikonsolidasikan ke Tanjung Perak maupun Tanjung Priok sebelum di kirim ke negara tujuan, untuk membutuhkan waktu kumulatif 24 hari rata-rata. Tetapi dengan direct call, bisa dipangkas hingga 12 hari rata-rata, dari Makassar ke negara tujuan tanpa ada double handling," katanya, Selasa (15/10/2016).

Di sisi lain, jalur direct call SITC diakui memang masih melalui Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangkaian perjalanan ke destinasi akhir di Hong Kong, tetapi tanpa ada kegiatan bongkar muatan dari Pelabuhan Makassar serta dengan durasi singgah yang relatif singkat.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Hadi, biaya handling yang kerap membebani ongkos logistik bisa dipangkas hingga US$100 per kontainer lantaran seluruh muatan dari Pelabuhan Makassar hanya mengalami pemindahan atau kegiatan bongkar saat di pelabuhan tujuan.

Kendati demikian, skema direct call belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh eksportir karena terbentur kesepahaman terkait manfaat dan efesiensi dari layanan jalur pelayaran langsung internasional tersebut.

"Orientasinya masih indirect, pengiriman antarpulau yang mana komoditas ekspor dari Makassar dikirim ke Surabaya atau Jakarta. Padahal sudah ada direct call melalui Pelabuhan Makassar, ini akan kita dorong lebih optimal, Makassar jadi entry point," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meyakini pelayaran langsung atau Direct Call dari Makassar ke beberapa negara di Asia telah berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

Dia mengklaim kinerja ekspor-impor yang ditopang direct call dari Makassar telah berkontribusi hingga Rp2,3 triliun.

"Direct call Makassar ini membawa angin segar di Sulsel. Baru akhir tahun lalu pelayaran perdananya dan pada semester awal tahun ini sudah berkontribusi besar untuk Sulsel," ujarnya.

Syahrul mengatakan, setelah direct call diimplementasikan, pertumbuhan ekonomi Sulsel naik signifikan hingga 8,05% dan melewati pertumbuhan ekonomi secara nasional yang hanya 5,18%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top