Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SPAM Bandar Lampung Ditender Tahun Depan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pelelangan kembali Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung dapat dilakukan tahun depan
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  02:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pelelangan kembali Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung dapat dilakukan tahun depan

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo mengatakan kini PT Sarana Multi Infrastruktur tengah menyusun kajian real demand survei. Proyek ini pun nantinya juga akan dipersiapkan sebagai Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) setelah sebelumnya mengalami gagal lelang lantaran tak ada investor yang tertarik menggarap.

Sri memastikan dengan persiapan yang tengah dilakukan, proyek ini akan lebih menarik  bagi investor.

“ Mungkin yang siap KPBU duluan adalah SPAM Jatiluhur II, tapi ini juga akan kami kejar apalagi kemarin habis gagal lelang,” katanya Senin (24/10)

Studi kelayakan diperkirakan selesai bulan Desember 2016, dan pada bulan Maret 2017 akan ada pra kualifikasi bagi perusahaan luar atau swasta yang berminat terhadap Proyek KPBU SPAM.

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hasil kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Proyek KPBU SPAM di Way Sekampung, Batu Tegi, Bandar Lampung diperkirakan menelan biaya Rp900 milar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top