Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penurunan Dwelling Time di Pelabuhan Makassar Diklaim Pesat

Angka dwelling time atau masa inap kontainer impor di Pelabuhan Makassar mencatatkan kemajuan relatif signifikan sejak Presiden Joko Widodo menekankan percepatan hal tersebut.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 20 Oktober 2016  |  23:00 WIB
Ilustrasi - JIBI
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR - Angka dwelling time atau masa inap kontainer impor di Pelabuhan Makassar mencatatkan kemajuan relatif signifikan sejak Presiden Joko Widodo menekankan percepatan hal tersebut.

Secara terperinci, dwelling time di Terminal Petikemas di Pelabuhan Makassar per 19 Oktober terpangkas menjadi 2,95 hari seirig dengan optimalisasi pelayanan serta partisipasi aktif dari pemilik barang.

Kordinator Tim Percepatan Dwelling Time Pelabuhan Makassar, Adolf R. Tambunan mengatakan secara umum seluruh tahapan dalam dwell time tersebut kompak mengalami kemajuan, meliputi precustom, custom clereance serta post clereance.

"Ini wujud komitmen dari seluruh pihak, instansi terkait serta pemilik barang untuk mendukung penurunan dwell time di Makassar," katanya, Kamis (20/10/2016).

Menurut Adolf yang juga merupakan Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Pelabuhan Makassar, pencapaian tersebut diklaim merupakan catatan dwelling time terbaik dibandingkan dengan pelabuhan utama di Tanah Air.

Sebagai gambaran, pada Agustus 2016 dwelling time Pelabuhan Makassar mencapai 4,69 hari, kemudian September turun menjadi 3,57 hari dan kembali mampu ditekan secara signifikan menjadi 2,95 hari hingga pekan ketiga Oktober.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dwelling time
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top