Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tersendat Lahan, Tol Gempol Pasuruan Belum Bisa Beroperasi

Jasa Marga optimistis bisa mengoperasikan tol Gempol-Pasuruan pada akhir tahun ini
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 06 Oktober 2016  |  05:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Jasa Marga (Persero) Tbk optimistis dapat mengoperasikan ruas tol Gempol—Pasuruan Seksi I pada sisa akhir tahun ini, asalkan sisa lahan yang belum bebas dapat segera dituntaskan. Hal ini berbeda dengan prediksi pemerintah yang memundurkan target operasional tol ini pada tahun depan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan saat ini konstruksi untuk seksi I Gempol—Rembang sepanjang 13,02 kilometer telah 99%. Namun, ruas tersebut belum bisa beroperasi karena masih tersendat pengadaan lahan.

“Seksi satu sebetulnya sudah selesai, tapi ada ganjalan sedikit lagi, masih ada sekitar 1% yang stuckkarena masalah tanah sehingga belum bisa layak operasi. Tahun ini harusnya bisa [operasi],” ujarnya kepada Bisnis di Gedung DPR, Rabu (05/10).

Dia mengatakan, sejauh ini Jasa Marga telah menggelontorkan dana hingga Rp13 triliun untuk menalangi pengadaan lahan. Namun, adanya penolakan dari warga membuat proses pengadaan lahan harus menempuh jalur konsinyasi melalui pengadilan yang cukup memakan waktu.

“Kita sudah ready besar sekali Rp13 triliun untuk dana talangan, walaupun kami masih sangat menunggu perpres untuk proses pengembaliannya,” ujarnya.

Tol Gempol—Pasuruan dikelola oleh PT Transmarga Jatim Pasuruan, yang mayoritas sahamnya sebesar 80% dimiliki oleh PT Jasa Marga, sementara 20% sisanya dikuasai oleh PT Jatim Marga Utama. Tol sepanjang 34,15 kilometer itu terdiri dari empat seksi, dan membutuhkan investasi sebesar Rp2,76 triliun.

Dalam data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ruas ini juga menjadi salah satu dari tujuh ruas porsi swasta dengan panjang total 105,2 kilometer yang ditargetkan beroperasi tahun ini, bersama dengan 31 kilometer ruas tol yang dibangun pemerintah. Namun, target tersebut belakangan direvisi akibat proses pengadaan lahan yang tersendat-sendat

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna telah merevisi target operasional tol dari semula 136,2 kilometer menjadi 90 kilometer. Dengan revisi ini, dia memperkirakan setidaknya empat ruas yang tidak bisa memenuhi target operasional pada tahun ini.

Empat ruas tersebut yakni Surabaya—Mojokerto sepanjang 36,27 kilometer yang diharapkan beroperasi keseluruhan seksi, Jombang—Mojokerto, Cinere—Jagorawi Seksi II a sepanjang 6,4 kilometer, serta Gempol—Pasuruan seksi I sepanjang 13,9 kilometer.

Menurutnya, melesetnya capaian operasional tersebut dikarenakan alokasi dana pembebasan lahan sebesar Rp1,4 triliun yang telah terserap habis pada awal tahun ini berpengaruh pada mundurnya target penyelesaian konstruksi

“Selain itu juga mekanisme dana talangan baru efektif terlaksana Mei – Juni 2016,” katanya.

Data BPJT menyebutkan, hingga akhir Agustus tahun ini pemerintah baru mengoperasikan dua ruas tol baru yakni Pejagan—Pemalang Seksi I dan II sepanjang 20,9 kilometer serta Surabaya—Mojokerto seksi IV sepanjang 18 kilometer.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol lahan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top