Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sinergitas Pemerintahan Dorong Pengelolaan Sumber Daya Air

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meningkatkan sinergitas pemerintah pusat, daerah dan kabupaten/kota dalam menjaga kondisi dan fungsi prasarana Sumber Daya Air sesuai dengan kewenangannya masing-masing
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 September 2016  |  22:29 WIB
Sinergitas Pemerintahan Dorong Pengelolaan Sumber Daya Air
Pengairan sawah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meningkatkan sinergitas pemerintah pusat, daerah, dan kabupaten/kota dalam menjaga kondisi dan fungsi prasarana sumber daya air sesuai dengan kewenangannya masing-masing

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso berharap adanya kerja sama operasi (KSO) pelaksanaan prosedur operasional, seperti OP embung/situ, OP pompa/pintu pengendalian banjir antara Direktorat Jenderal SDA melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan pemerintah provinsi dan kabupaten.

Dia menilai dampak negatif yang akan timbul jika kegiatan OP tidak memadai adalah kerusakan prasarana SDA sebelum tercapainya mafaat maksimal.

“Beban biaya rehabilitasi juga semakin berat dari waktu ke waktu dan menurunnya kinerja pelayanan kepada masyarakat," katanya seperti yang dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (29/9/2016).

Apalagi, menurut dia, berdasarkan hasil inventarisasi Kementerian PUPR kondisi jaringan irigasi pada 2015 diketahui bahwa dari 7,3 juta hektare sawah di seluruh Indonesia sekitar 58% dalam kondisi baik dan rusak ringan, sedangkan 32 % dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat. Jaringan irigasi yang rusak sedang dan berat ada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Dia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal SDA dalam RPJMN 2015-2019 mengemban tugas besar yaitu membangun 1 juta hektar irigasi baru, merehabilitasi 3 juta hektar irigasi dan membangun 65 bendungan yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan yang belum selesai pada 2014 dan 49 bendungan baru.

Dari bendungan/waduk yang ada saat ini, baru sekitar 800.000 hektar atau 11% dari 7,3 juta hektar daerah irigasi yang terairi sepanjang tahun.

Imam mengharapkan dengan selesainya pembangunan 65 bendungan hingga 2022, total luas irigasi yang terairi menjadi 930.000 hektare.

“Kemudian ketersediaan tampungan air di Indonesia akan meningkat menjadi 19,1 miliar meter kubik dari sebelumnya yang hanya 12,6 miliar meter kubik,” katanya.

Dia menjelaskan beberapa waduk yangdidesaini untuk mendukung ketahanan energi antara lain yaitu Waduk Karian (Kabupaten Lebak), Waduk Jatigede (Kabupaten Sumedang), Waduk Jatibarang (Kota Semarang), Waduk Bajulmati (Kabupaten Banyuwangi).

Kemudian Waduk Bendo (Kabupaten Ponorogo), Waduk Lolak (Kabupaten Bolaang Mongondow), Waduk Kuwil (Kabupaten Minahasa Utara), Waduk Karalloe (Kabupaten Gowa, Sulsel), Waduk Tugu (Kab. Trenggalek, Jatim), Waduk Titab (Kab. Buleleng, Bali), dan Waduk Marangkayu (Kab. Kukar, Kaltim).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumber daya air
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top