Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Kembali Desak Pemerintah Terapkan SNI Lampu LED Swaballast

Pelaku industri lampu akan kembali mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian untuk mendesak pemberlakuan SNI wajib bagi lampu LED swaballast.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 September 2016  |  02:50 WIB
Lampu LED.  - Bisnis.com
Lampu LED. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri lampu akan kembali mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian untuk mendesak pemberlakuan SNI wajib bagi lampu LED swaballast.

Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo mengatakan pelaku industri bakal terus mengingatkan pemerintah untuk segera memberlakukan SNI wajib bagi lampu LED karena penetrasi produk impor bakal terus membanjir.

“Saya lagi menyiapkan surat selanjutnya ke Kementerian Perindustrian. Mungkin karena pertukaran nomenklatur di sana jadi penyelesaian SNI ini terus tertunda,” katanya kepada Bisnis.com, (13/9/2016).

Dia mengatakan saat ini lampu LED impor sudah mencapai 50 juta unit. Namun, dia mengakui data jumlah impor yang masuk sulit dideteksi karena tidak ada pengawasan dari pemerintah akibat tidak berlaku SNI.

Saat ini pasar perlampuan dalam negeri masih dikuasai sekitar 70% oleh barang impor dan produksi dalam negeri diperkirakan hanya sekitar 25 juta atau setengah dari persebaran produk impor.

Menurutnya, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak menerapkan SNI tersebut karena fasilitas pengujian sudah siap. Dia malah khawatir jika SNI tidak segera diwajibkan akan memengaruhi minat investor untuk menanamkan dananya di dalam negeri dan mengancam pertumbuhan industri lampu dalam negeri.

“Kalau tidak ada standarnya kita seperti tempat sampah bagi lampu impor yang kualitasnya bermacam-macam dan tidak bisa terfilter,” paparnya.

Hingga saat ini ada sekitar 15 perusahaan yang memproduksi lampu LED. Bahkan di menyebutkan ada dua perusahaan yang mengaku berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia karena potensi pasar perumahan yang sangat besar.

“Yang mau investasi perusahaan lokal di Medan, Citra Hannochs dan di Jakarta, Holz. Maka saya mendesak pemerintah agar konsumen merasa aman. Sekarang jumlah rumah tangga ada sekitar 68 juta dari segitu pasti semua pakai lampu tidak hanya satu,” paparnya.

Adapun nilai investasinya mencapai US$20 juta-US$30 juta dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 200-300 orang. Untuk menyambut perjanjian kerja sama Indonesia dengan negara Eropa, lanjutnya, potensi ekspor industri dalam negeri juga kian terbuka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampu led
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top