Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lahan Perkebunan Kopi Arabica Mulai Berkurang Sejak 2014

- Area perkebunan kopi arabica di Tanah Air mulai menunjukkan penurunan sejak 2014, berkebalikan dengan kopi robusta yang semakin bertambah.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 08 Agustus 2016  |  00:29 WIB
Kopi arabica - Ilustrasi
Kopi arabica - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Area perkebunan kopi arabica di Tanah Air mulai menunjukkan penurunan sejak 2014, berkebalikan dengan kopi robusta yang semakin bertambah.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan kopi specialty di Tanah Air. Ketua Kompartemen Industri dan Specialty Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Sunaryo mengatakan perkebunan kopi di Tanah Air berebut lahan dengan perkebunan komoditas lain seperti sawit, karet dan kakao.

"Para petani lebih memilih menanam komoditas tersebut yang memiliki harga jual lebih tinggi sehingga dinilai lebih menguntungkan," kata Pranoto kepada Bisnis, Minggu (7/8/2016).

Berdasarkan data Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia, area lahan kopi arabica terus berkurang sejak 2014, dari 330.087 hektar menjadi 326.267 hektar pada 2015 dan diperkirakan hanya berkisar 321.158 hektar pada 2016.

Sedangkan area penanaman kopi robusta mengalami penambahan dari 899.808 hektar pada 2014 menjadi 906.963 hektar pada 2015 dan 912.135 hektar pada 2016.

Produksi kopi nasional saat ini masih didominasi oleh kopi robusta. Dari 664.460 ton produksi kopi nasional, sebanyak 491.777 ton merupakan kopi robusta dan sisanya, 172.689 ton kopi arabica.

"Memang sudah ada kenaikan (jumlah produksi arabica). Dulu komposisi produksi kopi kita 95% robusta, dalam lima tahun terakhir ini perbandingannya menjadi 25%:75% antara arabica dan robusta," jelasnya.

AEKI memperkirakan produksi kopi dalam negeri pada tahun ini sama atau bahkan lebih rendah dari tahun lalu lantaran efek gangguan El Nina.

Berkurangnya suplai, serta meningkatnya permintaan domestik mau tak mau membuat ekspor kopi secara keseluruhan diperkirakan akan turun 5%-10% dari 2016 yang berkisar 400.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi arabica
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top