Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JASA ANTARAN ONLINE MARAK: Aprtrindo Soroti Posisi Jasa Titipan Kilat Truk

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman memprediksi konsep sharing economy yang diimplementasikan oleh sejumlah aplikasi dalam industri masa kini juga akan menggerus industri jasa titipan kilat jika taka da inovasi baru yang mumpuni
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Maret 2016  |  11:51 WIB
Ilustrasi. -  Antara/ Didik Suhartono
Ilustrasi. - Antara/ Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman memprediksi konsep sharing economy yang diimplementasikan oleh sejumlah aplikasi dalam industri masa kini juga akan menggerus industri jasa titipan kilat jika taka da inovasi baru yang mumpuni.

"Jasa angkutan barang seperti trucking khususnya terus mengalami disrupsi. Sekarang yang business to customer (B2C) sebagai contoh kiriman paket kecil sudah banyak jasa online seperti Etobee dan Go-Box. Sebenarnya, yang akan terkena dampak pertama kali adalah jasa pengiriman parsel dan titipan kilat," ujar Kyatmaja, Senin (28/3/2016).

Menurut Presiden Direktur PT Lookman Djaja Land ini mekanisme business to business masih akan mengalami kekalahan operasional jika dibandingkan dengan mekanisme business to customer yang beroperasi dalam satu wilayah atau satu kota.

Untuk yang sifatnya B2B memang akan lebih lamban ketimbang pelayanan dari aplikasi karena banyaknya prosedur yang harus dirampungkan dalam mekanisme pengiriman barang. Beberapa di antara itu sebut saja; dokumen retur, dokumen pertanggungjawaban barang, term of payment.

"Saya merasa inovasi-inovasi harus segera dibuat. Jika perbankan bisa mengatakas term of payment dan perusahaan asuransi bisa menghandle kerusakan dan pertanggungjawaban barang, bisnis-bisnis yang berbentuk B2B juga akan tergerus nantinya," kata Kyatmaja.

Kyatmaja menyatakan jika bisnis konsumen tergerus, dampak itu juga akan berimbas kepada bisnis pengangkutan. Saat ini sektor riil sedang mencari titik equilibrium baru pada 2016 dimana pada 2015 consumer product market offline telah terkontransi cukup signifikan antara 10%-15%.

"Harus ada upaya terus dari sektor riil agar tetap bisa eksis tentunya tidak hanya cost saving tetapi juga adanya pemikiran-pemikiran baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Kali ini tiba saatnya para pekerja dituntut menjadi pengusaha-pengusaha baru," kata Kyatmaja.

Sharing economy menurut pemaparan Hewleet Packard adalah kondisi dimana model bisnis kapitalisme semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu. Pasalnya konsep sharing economy ini adalah senjata ampuh untuk mendistribusikan kekayaan sehingga harta dari bisnis tak dikuasai oleh satu pengusaha saja. Kekayaan bisa terdistribusi secara merata karena setiap pekerja dengan sistem informasi dan teknologi juga bisa menjadi pengusaha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top