KONEKTIVITAS: Jokowi Ingin Warga Aceh Bisa Langsung Terbang ke Papua

Presiden Joko Widodo sekali lagi menekankan pentingnya konektivitas antar kota di seluruh Indonesia, dan bahkan memimpikan warga dari Provinsi Aceh bisa langsung terbang ke Provinsi Papua.
Arys Aditya | 02 Maret 2016 18:57 WIB
Presiden RI Joko Widodo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo sekali lagi menekankan pentingnya konektivitas antarkota di seluruh Indonesia, dan bahkan memimpikan warga dari Provinsi Aceh bisa langsung terbang ke Provinsi Papua.

"Dari Aceh bisa turun ke Raja Ampat," ucap Presiden Joko Widodo ketika meresmikan Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melalui siaran pers, Rabu (2/3/2016).

Presiden mengatakan bandara ini dapat mempermudah mobilitas manusia dan barang dari Kabupaten Bener Meriah menuju Aceh Tengah dan Medan. Jika menggunakan moda transportasi jalan darat bisa memakan waktu 12 jam, kini hanya membutuhkan waktu 45 menit dengan pesawat udara.

"Artinya ada kecepatan amat sangat yang bisa dilakukan dalam rangka mobilitas manusia dan masyarakat," kata Presiden Jokowi.

Dalam persaingan global yang menuntut kecepatan dalam merespons pergerakan ekonomi, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini di era persaingan terbuka antar negara hanya yang mampu bergerak cepat yang akan memenangkan persaingan.

"Saya ingin negara kita memenangkan kompetisi itu, Kota dan Kabupaten menangkan persaingan itu," ucap Presiden.

Selanjutnya, Presiden berharap bahwa Bandara Rembele ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan bandara dapat dimaksimalkan dengan menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk mengangkut manusia dan juga kargo, bahkan bukan hanya antarkota, melainkan antarnegara seperti ke Malaysia atau Singapura mengingat lokasi yang berdekatan.

Berikutnya, yaitu pariwisata dan promosi. Presiden memerintahkan Bupati Bener Meriah dan Bupati Aceh Tengah untuk gencar melakukan promosi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi lain dan juga Kementerian Pariwisata.

"Di kawasan ini ada Danau Laut Tawar, ada gunung yang indah sehingga berdatangan wisatawan, Boeing 737 sudah bisa masuk, tapi kalau tidak ada yang datang ya percuma," ucap Presiden.

Bandara Rembele sebelumnya hanya merupakan bandara perintis dengan terminal penumpang hanya 400 meter persegi, kemudian diperluas menjadi 1.000 meter persegi. Selain itu, perluasan Apron juga dilakukan dari 80 meterx106 meter menjadi 95 meterx150 meter.

Perpanjangan landasan juga telah dilakukan dari semula 30 meterx1.400 meter menjadi 30 meterx2.250 meter sehingga dengan pengembangan tersebut, Bandara Rembele akan mampu didarati pesawat jenis Boeing 737. Bandara ini mampu menampung sampai dengan 200.000 penumpang per tahun.

Tag : konektivitas
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top