Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Optimistis Kawasan Industri Majalengka Ditempati Sektor Padat Karya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis kawasan industri Aerocity di Kabupaten Majalengka segera ditempati oleh industri padat karya.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 14 Februari 2016  |  15:22 WIB
Jabar Optimistis Kawasan Industri Majalengka Ditempati Sektor Padat Karya
Sektor industri padat karya - Ilustrasi/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis kawasan industri Aerocity di Kabupaten Majalengka segera ditempati oleh industri padat karya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan saat ini beberapa industri di sektor padat karya terutama garmen sudah mendirikan pabriknya di kawasan itu.

Bahkan, pihaknya saat ini sudah mendirikan balai latihan kerja (BLK) di Aerocity untuk menunjang keahlian bagi tenaga kerja di sektor padat karya seperti garmen.

"Di Aerocity sudah beridir BLK garmen. Kenapa BLK garmen? Karena industri garmen di sana sangat tumbuh besar," ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (14/2/2016).

Dia menjelaskan pendirian industri garmen di Aerocity mayoritas dilakukan oleh pengusaha dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Karawang. Dia beralasan relokasi dilakukan sebagai upaya menghindari cost produksi yang semakin meninggi.

Menurutnya, Aerocity tepat menjadi kawasan relokasi mengingat upah di kawasan itu masih relatif rendah. Sehingga industri tersebut masih mampu mengelola produksi dengan baik. "Indag sudah mematangkan proses BLK untuk pembangunannnya sudah dibebaskan tinggal kebutuhan tenaga kerja saja," katanya.

Di samping itu, dia menyoroti kinerja industri garmen yang saat ini terseok-seok akibat tidak mampu bersaing dengan impor. Di mana kualitas produk impor jauh lebih murah serta memiliki kualitas yang sama dengan dalam negeri.

Dia mengaku bakal mengumpulkan pengusaha di sektor garmen dalam waktu dekat untuk mencari win-win solution. Agar produk garmen dalam negeri bisa bersaing di pasar domestik maupun internasional.

"Tinggal kemauan saja, apakah mereka ingin berinovasi tidak? Kami rasa dengan inovasi produk yang berbeda dengan impor bisa menekan cost produksi, tapi tetap berkualitas," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

majalengka
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top