Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gabungan Perusahaan Farmasi Usul PPN Ditanggung Pemerintah

Gabungan Perusahaan Farmasi mengusulkan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk farmasi yang masuk dalam program e-catalog Jaminan Kesehatan Nasional ditanggung pemerintah.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 November 2015  |  05:46 WIB
 Gabungan Perusahaan Farmasi mengusulkan PPN produk farmasi yang masuk dalam Jamkesnas ditanggung pemerintah - ilustrasi
Gabungan Perusahaan Farmasi mengusulkan PPN produk farmasi yang masuk dalam Jamkesnas ditanggung pemerintah - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Gabungan Perusahaan Farmasi mengusulkan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk farmasi yang masuk dalam program e-catalog Jaminan Kesehatan Nasional ditanggung pemerintah.

Direktur Eksekutif GP Farmasi Darodjatun Sanusi mengatakan industri memasok produk untuk program pemerintah dengan harga yang sudah diatur. Menurutnya, produk generik tersebut sudah tergolong murah, sehingga dengan ditanggungnnya PPN oleh pemerintah industri dapat memangkas biaya pengeluaran.

"Kami supply ke pemerintah, masak juga harus bayar PPN ke pemerintah," tuturnya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Berdasarkan laporan IMS Report Q2 2015, yang diolah GP Farmasi, pasar farmasi nasional yang saat ini telah menyentuh Rp60 triliun dengan pertumbuhan nilai 8,9% pada kuartal II/2015 sementara untuk pertumbuhan produksi sebesar 9,7%. Implementasi JKN mendongkrak produksi produk generik, sekaligus mendorong permintaan obat oleh rumah sakit.

Peningkatan permintaan tidak diiringi dengan meningkatnya harga, malah membuat produk yang masuk dalam e-catalog menurun. Walaupun demikian, menurutnya, industri terus berupaya menyesuaikan harga yang ditentukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP).

LKPP transparan dan sudah fair sejauh ini. Lagi pula hasil survery WHO, harga produk kita salah satu yang termurah untuk program kesehatan pemerintah, katanya.

Dengan ditanggungnya PPN oleh pemerintah alur biaya distribusi juga akan terpangkas. Tidak hanya itu, industri mendapatkan restitusi dari tanggungan pajak tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi obat generik
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top