Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Kereta Cepat Manfaatkan 59% Komponen Lokal

PT Wijaya Karya menjamin pembangunan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung akan lebih banyak memanfaatkan komponen lokal meski 75% investasi berasal dari pinjaman China Development Bank.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 16 Oktober 2015  |  19:13 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dibiayai dari utang luar negeri. - JIBI
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dibiayai dari utang luar negeri. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya menjamin pembangunan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung akan lebih banyak memanfaatkan komponen lokal meski 75% investasi berasal dari pinjaman China Development Bank.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan pembangunan kereta cepat adalah pengalaman pertama bagi Indonesia. Oleh karena itu, ketergantungan terhadap tenaga ahli dari China sangat tinggi.

Meski demikian, tenaga kerja yang didatangkan dari China nantinya hanyalah tenaga ahli. Selebihnya, proyek ini akan mempekerjakan tenaga kerja dalam negeri.

Bintang mengatakan porsi import yang besar terutama karena produk rolling stock atau gerbong kereta sepenuhnya akan diimport dari China. Namun, konstruksi prasarana akan mengandalakan anak usaha WIKA, yakni WIKA Beton untuk menyiapkan komponen beton.

“Poris dari pekerjaan ini nantinya 59% local content, sedangkan 41% import. Yang import itu terutama rolling stock dan mungkin material yang belum dibikin di sini,” katanya seusai penandatanganan Joint Venture Agreement  antara PT China Railway International dengan konsorsium BUMN Indonesia yang dipimpin WIKA, Jumat (16/10/2015).

Bintang mengatakan, dalam kesepakatan bisnis bersama China, konsorsium BUMN dalam negeri akan menanggung 60% ekuitas, sedangkan China Railway 40%.

Saat ini kebutuhan investasi tengah dihitung ulang. Rencananya, 75% investasi akan dipenuhi dari dana pinjaman China Development Bank (CBD). Saat ini menurutnya proses penjajakan telah memasuki tahap akhir sehingga kemungkinan penandatanganan komitmen pinjaman sudah dapat dilakukan pada November mendatang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top