Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gerakan Menanam Pohon, Masyarakat Berharap Program Dilanjutkan

Masyarakat memberikan apresiasi terhadap program Gerakan Menanam Pohon (GMP) yang digulirkan Pertamina Foundation sejak 2012 dan berharap agar program itu bisa dilanjutkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 September 2015  |  19:46 WIB
Ilustrasi Gerakan Menanam Pohon - Jibi
Ilustrasi Gerakan Menanam Pohon - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat memberikan apresiasi terhadap program Gerakan Menanam Pohon (GMP) yang digulirkan Pertamina Foundation sejak 2012 dan berharap agar program itu bisa dilanjutkan.

Tokoh masyarakat Desa Muara Ciasem, Kecamatan Blanakan Kabupaten Karawang Jawa Barat, Ade Tohidin di Karawang, Senin, menyatakan masyarakat memetik banyak manfaat dari program tersebut, baik manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung.

"Kami menilai, program itu sangat baik. Untuk itu, hendaknya bisa dilanjutkan agar tidak terputus di tengah jalan," kata Ade, yang juga Ketua Komite Pengembangan Masyarakat Desa di Kecamatan Blanakan, Karawang.

Sejak 2012 Pertamina Foundation mencanangkan GMP, yang merupakan wujud dukungan terhadap program penanaman satu miliar pohon yang ditetapkan Presiden SBY ketika itu.

Jenis pohon yang ditanam di Tanah Air tersebut, disesuaikan dengan wilayah penanaman agar dapat bertahan hidup sekaligus juga memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Dengan demikian, program ini tak hanya dapat mengurangi polusi emisi gas karbon tapi juga menumbuhkan ecopreneur lokal.

Menurut Ade, warga di tiga desa di Kecamatan Blanakan, yaitu Desa Muara Ciasem, Desa Cilamaya Girang, dan Desa Blanakan, saat ini merasa memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan sebelum adanya penanaman pohon.

Sebelum ini, lanjutnya, selayaknya daerah pesisir yang terik dan menyengat, warga setempat selalu merasa kepanasan jika hendak pergi ke sawah atau pantai.

"Namun sekarang, terlebih ketika pohon-pohon sudah tumbuh besar, Kecamatan Blanakan seperti berubah 180 derajat. Wilayah kami menjadi sangat hijau dan nyaman," katanya.

Ade menjelaskan, berbagai pepohonan yang ditanam melalui Program GMP selain membuat warga menjadi lebih nyaman dan tenang juga bisa membantu pemberdayaan ekonomi rakyat.

Selain menjadi tanaman lindung, aneka pohonan yang ditanam seperti Trembesi, Akasia, Sengon, Afrika, Jabon, Jati, dan Mahoni juga memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, bahkan, aneka pohon buah juga ada, yaitu mangga, manggis, dan rambutan.

Tokoh masyarakat lain, Ahmad Atoilah menyatakan, program GMP merupakan program yang luar biasa, terlebih di tengah banyaknya pihak yang tidak peduli kepada lingkungan hidup.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya bermanfaat bagi warga, namun juga kualitas lingkungan, hal itu terbukti pada saat musim kemarau saat ini, Cilamaya tidak terlalu mengalami kekeringan.

"Selain itu, penanaman pohon juga bisa mengurangi kadar gas karbon dan pada akhirnya berpengaruh positif terhadap peningkatan kesehatan warga," kata Ahmad, yang juga Ketua Kelompok Tani Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.

Manajer Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Ode Rakhman menyatakan setuju jika Program GMP dilanjutkan, karena selain program tersebut memang baik, juga merupakan kewajiban perusahaan.

Apalagi, lanjutnya, ketika di sisi lain masyarakat sudah merasakan manfaat yang diperoleh dari program tersebut.

"Adalah hak warga jika mengaku puas dan terbantu oleh program tersebut. Dan untuk itu, perusahaan memang harus melanjutkannya," katanya.

Lakukan pendampingan Ode berharap program tersebut dilakukan pendampingan dan pengawasan yang ketat agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan semula, jangan sampai hanya dipergunakan untuk memperbaiki citra perusahaan.

"Untuk itulah yang tak kalah kalah penting, Pertamina Foundation juga harus melaporkan semua semua perkembangan program dan manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan," katanya.

Dia mencontohkan, ketika penanaman pohon ditujukan untuk memperkuat lahan kritis, seharusnya perusahaan dalam tempo berkala melaporkan perkembangan debit air di aliran sungai atau persentase pengurangan lahan kritis di area tersebut.

"Selama ini, belum pernah ada perusahaan yang melaksanakan program corporate social responsibility (CSR) melaporkan data tersebut. Padahal laporan itu penting, untuk bisa menilai seberapa besar keberhasilan dan implementasi program itu sendiri," kata Ode.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pohon
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top