Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda Indonesia Khawatir Rupiah Jatuh ke Rp16.000

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia mengantisipasi kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga Rp16.000.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Agustus 2015  |  13:37 WIB
Pesawat Garuda Indonesia - JIBI/Nurul Hidayat
Pesawat Garuda Indonesia - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia mengantisipasi kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga Rp16.000.

"Kami sudah punya stress test sampai Rp16 ribu ya, kami sangat khawatirkan mudah-mudahan jangan sampai (Rp16 ribu)," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero), M Arif Wibowo usai pembukaan Pameran Indonesia Hebat di Gelora Bung Karno, Jumat. Pameran berlangsung 21-23 Agustus 2015,

Dia mengemukakan pihaknya tentu akan melakukan sejumlah strategi agar kinerja perusahaan tetap baik saat gejolak nilai tukar rupiah yang semakin melemah.

"Tentu kami akan lakukan beberapa strategi, yang cukup fundamental kalau itu (nilai tukar rupiah) bergerak terus, yang jelas kita mudah-mudahan masih bisa," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya telah mengantisipasi pelemahan rupiah dengan simpanan uang jika asumsi nilai tukar rupiah Rp16 ribu.

"Kami sudah ada (simpanan) tetapi nanti akan kami pertimbangkan".

Namun, ia enggan berkomentar terkait kisaran simpanan.

Menurut Arif, pihaknya berharap nilai tukar rupiah tidak mencapai Rp14 ribu. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekitar Rp13.900.

Asumsi nilai tukar rupiah Rp13.500 saja, paparnya, sudah memberatkan bagi industri apalagi jika nilai tukar rupiah mencapai Rp14 ribu.

"Sekarang sudah bilang rupiah memberatkan, kalau Rp14 ribu sudah masuk (memberatkan)," ujarnya. (antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah pt garuda indonesia tbk

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top