Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Munas GP Jamu, Bos Vermindo Internasional Pimpin GP Jamu

Industri jamu dan obat tradisional Indonesia dituntut untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat pemasaran menjelang penerapan masyarakat ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 27 Mei 2015  |  18:50 WIB
Munas GP Jamu, Bos Vermindo Internasional Pimpin GP Jamu
Menteri Perindustrian Saleh Husin seusai kempanye minum jamu berfoto bersama (dari kiri) Puteri Indonesia Lingkungan 2014 Elfin Pertiwi, Mendag Rachmat Gobel, Menteri KUKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga , Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, serta Ketua Umum PPAKI Putri K. Wardhani di Jakarta, 9 Januari 2015. - kemenperin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri jamu dan obat tradisional Indonesia dituntut untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat pemasaran menjelang penerapan masyarakat ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini.

"Produk jamu sebagai aset bangsa sudah pasti harus siap menghadapi MEA dan harus meningkatkan kualitas dengan produk sejenis dari luar negeri," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi, Rabu (27/5).

Ranny yang juga Presdir PT Vermindo Intersional ini terpilih menjadi Ketua Umum GP Jamu periode 2015-2019 dalam Munas VII pada Senin (25/5)-Selasa (26/5) menggantikan Charles Saerang yang menjabat Ketua Umum GP Jamu tiga periode.  Charles Saerang kini menjadi sebagai Ketua Dewan Pembina GP Jamu.

Dia menjelaskan kepengurusan GP Jamu empat tahun akan lebih focus untuk memperkuat organisasi dengan memberikan layanan yang lebih baik kepada anggota, mempererat kerja sama dengan semua stakeholders, yakni kalangan swasta, pemerintah, akademisi, petani, media massa, dan lembaga swadaya masyarakat.

Selain itu, mempromosikan dan memposisikan jamu sebagai asset bangsa terlebih menjelang MEA.

"Guna memperkuat produk dan memberikan layanan kepada anggota, ke depan kami akan memberikan tanda produk yang menjadi anggota GP Jamu. Ini sekaligus untuk mengatasi beredarnya produk jamu illegal," tegas Ranny.

Dia menambahkan GP Jamu juga akan mempererat kerja sama dengan BPOM dan kementerian terkait lainnya guna memaksimalkan potensi penjualan produk.
"Potensi omzet produk jamu bisa mencapai Rp20 triliun per tahun, tetapi kini baru terealisasi sekitar Rp12 triliun per tahun," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamu
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top