Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penanganan Sanitasi Fokus ke Rumah Tangga

Target pencapaian akses sanitasi layak 100% di 2019 akan diprioritaskan pada sistem sanitasi setempat atau on-site system berbasis rumah tangga individual sebab dinilai lebih realistis untuk dicapai dalam waktu dekat.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 19 Mei 2015  |  19:24 WIB
/Antara
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Target pencapaian akses sanitasi layak 100% di 2019 akan diprioritaskan pada sistem sanitasi setempat atau on-site system berbasis rumah tangga individual sebab dinilai lebih realistis untuk dicapai dalam waktu dekat.

Dodi Krispratmadi, Kepala Subdirektorat Drainase, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), Ditjen Cipta Karya Kementerian PU-Pera mengatakan target 100% akses sanitasi layak di 2019 berdasarkan RPJMN 2015-2019 tergolong sangat tinggi.

Hingga saat ini, capaian akses sanitasi layak berdasarkan laporan BPS kuartal I 2014 baru 61,04%. Artinya, dibutuhkan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 8%. Padahal, rata-rata pertubuhan tahunan sanitasi layak sejauh ini baru 2% per tahun.

Dodi mengatakan, dari rata-rata umum 61,04%, sejauh ini capaian sanitasi layak di kota 77,15%, sedangkan perdesaan 44,74%. Dari capaian tersebut, hanya 3% yang menggunakan sistem sanitasi terpusat atau off-site system berbasis penanganan komunal wilayah atau kolektif.

Total kebutuahan anggaran untuk merealisasikan akses universal sanitasi layak baik sistem setempat maupun terpusat diperkirakan mencapai Rp273 triliun. Padahal, kemampuan APBN melalui Ditjen Cipta Karya hanya mampu menutupi Rp35,46 triliun, atau sekitar 13%.

“Menanam pipa di kota yang sudah jadi itu tidak mudah walaupun kita rencanakan ada beberapa kota dengan dana asing. Makanya kita pacu yang setempat dulu untuk capai target 100%,” katanya.

Salah satu program off-site yang tengah diupayakan pemerintah misalnya sistem pengolahan sanitasi berbasis pipa di kota Jakarta. Proyek terebut diperkirakan baru tuntas dalam kurun waktu 35 tahun, meski pemerintah tengah berupaya untuk mempercepatnya.

Dodi mengatakan untuk menyiasati keterbatasan anggaran, pemerintah tengah menjajaki sejumlah masukan ide agar target tetap dapat dicapai. Menurutnya, dalam waktu dekat, pemerintah akan mengadakan forum sanitasi yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan pemerhati masalah sanitasi untuk membantu menemukan solusi.

Sementara itu, pemerintah juga berupaya menggiatkan kontribusi dan meningkatkan kesadaran pemerintah daerah terhadap sanitasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

permukiman sanitasi peralatan rumah tangga
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top