Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Tali Kamera: Modal Kecil Untung Besar

Semakin banyak pengguna kamera membuat aksesori yang berhubungan dengan fotografi. Salah satunya strap atau tali kamera yang bisa menjadi peluang usaha yang menggiurkan.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  17:53 WIB
Fotografer - shadowness.com
Fotografer - shadowness.com

Bisnis.com, JAKARTA-- Semakin banyak pengguna kamera membuat aksesori yang berhubungan dengan fotografi. Salah satunya strap atau tali kamera yang bisa menjadi peluang usaha yang menggiurkan.

Tali kamera yang awalnya berfungsi sebagai alat pengaman dan untuk mempermudah fotografer saat membawa dan menggunakan kamera, sekarang sudah menjadi pelengkap, pemanis bahkan sebagai identitas pemilik kamera.

Desainnya juga semakin beragam, dari yang sederhana berbahan kulit, hingga yang berwarna-warni dengan beraneka ragam bahan tali. Sasaran konsumennya juga berbeda-beda, dari penikmat hobi hingga kalangan profesional.

Tak ayal, bisnis pembuatan strap ini menjadi peluang usaha dengan pemain yang mulai bermunculan. Apalagi, bisnis ini membutuhkan modal yang relatif rendah, karena bisa digarap menggunakan tangan (handmade).

Seperti YB Putro yang telah melihat peluang bisnis ini sejak 2009 dan berawal dari hobi dan pekerjaannya sebagai freelance wedding photografer. Dia berpikiran untuk membuat sebuah produk yang berhubungan dengan fotografi, kemudian ide untuk membuat tali kamera dari kulit sapi pun muncul.

Saat itu, pria yang berdomisili di Yogyakarta tersebut hanya mengeluarkan modal untuk membeli kulit sapi, sekitar Rp150.000 per lembarnya dan dibantu peralatan sederhana lainnya seperti cutter, penggaris besi, jarum dan benang.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan yang dilakukannya juga cukup sederhana, setelah memesan kulit sapi berkualitas dan bertesktur lembut, Putro kemudian membuat cetakan ukuran dan desain tali, dilanjutkan dengan proses pemotongan dan penjahitan.

“Setelah selesai, saya foto dan diunggah ke media online, sekaligus untuk promosi,” paparnya.

Pembuatan strap yang semuanya dilakukan dengan tangan atau handmade tersebut diakui Putro sebagai salah satu kelebihan dan produknya, selain dengan desain yang sederhana dan terbatas, Putro juga sengaja tidak memberi brand pada produknya.

“Saya hanya menjual kualitas, bukan brand-nya, jadi sengaja tidak pakai label,” katanya.

Agar memiliki perbedaan dengan produsen tali kamera lainnya, Putro menetapkan segmentasi konsumen produknya adalah pengguna kamera klasik yang membutuhkan tali kamera bergaya vintage dan elegan.

Dalam sehari, dia yang dibantu rekannya dapat memproduksi sekitar 15 strap, dengan metode produksi harian untuk stok, dan beberapa pengerjaan pesanan sesuai dengan standar yang ditetapkannya.

Saat ini, Putro memproduksi lima jenis tali kamera, yaitu fixed neckstrap yang dijual dengan harga US$45, fixed neckstrap with neck paddle seharga US$49, adjustable neckstrap seharga US$65,wrist/hand strap dengan harga US$29, dan finger strap seharga US$15.

Penggunaan harga dengan mata uang dolar Amerika tersebut dilakukan Putro karena selama ini banyak menerima order dari pelanggan yang berasal dari Eropa dan Amerika yang mecapai 40% dari total penjualan.

“Untuk harga dalam rupiah tentunya lebih terjangkau dengan kisaran Rp135.000-Rp395.000,” imbuhnya.

Pesanan

Putro mengaku saat ini lebih fokus untuk membuat produk dengan desain yang dimilikinya ketimbang dengan desain-desain custom, dan dirinya hanya mau mengerjakan pesanan untuk kalangan tertentu saja.

“Untuk desain custom, harga tergantung dengan tingkat kesulitan, dan lama pengerjaan sekitar satu hingga tiga hari,” paparnya.

Meskipun tidak melakukan strategi khusus dalam pemasaran produk strap ini, Putro mengaku banyak terbantu oleh rekomendasi dari rekan-rekannya yang menjadi pembeli, sekaligus adanya ulasan tentang produknya di web luar negeri.

“Saya tawarkan produk melalui media online baik untuk pasar domestik maupun internasional,” katanya.

Karena tidak memiliki outlet untuk pemasaran produknya, Putro memanfaatkan akun instagram @YBPutro sebagai portofolio produknya, sehingga calon konsumen bisa melihat dan memilih, kemudian menghubungi melalui kontak yang tercantum.

Setelah bergelut di bisnis ini selama hampir 6 tahun, Putro tetap optimistis tali kamera masih akan diburu, seiring dengan terus berkembangannya dunia fotografi dan jenis kamera yang terus bermunculan.

“Kamera semakin banyak tipe dan modelnya, otomatis kebutuhan terhadap tali kamera juga bertambah,” katanya.

BACA JUGA:

Ini Dia Tali Kamera Unik & Gaya, Cocok untuk Segala Usia

5 Penyakit Paling Sering Muncul di Musim Hujan

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kamera
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top