Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga BBM Turun, Ekonomi Bali Deflasi pada Bulan Ini

Keputusan pemerintah pusat menurunkan harga bahan bakar minyak jenis Premium dan Solar, elpiji 12 kg, serta harga semen diprediksi mendorong ekonomi Bali tumbuh 0,01%.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  13:16 WIB
Penurunan harga BBM bersubsidi diprediksi mendorong deflasi di sejumlah daerah - Bisnis
Penurunan harga BBM bersubsidi diprediksi mendorong deflasi di sejumlah daerah - Bisnis

 

Bisnis.com, DENPASAR - Keputusan pemerintah pusat menurunkan harga bahan bakar minyak jenis Premium dan Solar, elpiji 12 kg, serta harga semen diprediksi mendorong ekonomi Bali tumbuh 0,01%.

Dewi Setyowati, Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bali‎, mengatakan konsumsi komoditas tersebut secara umum relatif besar dan signifikan, sehingga akan memberikan sumbangan terhadap kemungkinan terjadinya deflasi di bulan Januari 2015. 

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) di beberapa pasar tradisional dan modern di Denpasar pada minggu ke-3 bulan ini menunjukkan pergerakan harga barang secara umum cukup stabil bahkan cenderung menurun. 

Komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya adalah daging sapi, cabai merah, rawit hijau, tempe, dan jeruk lokal. Penurunan harga  itu disebabkan oleh turunnya permintaan pasca perayaan keagamaan pada Desember 2014 lalu.‎‎

"Kami memperkirakan kontribusi penurunan harga [deflasi] keempat komoditas tersebut terhadap pembentukan laju inflasi indek harga konsumen [IHK] Januari 2015 di Denpasar sebesar   (-1,37%) dan IHK Singaraja sebesar (-1,03%)," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Minggu (25/1/2015).

Menurutnya, penurunan harga BBM dan gas elpiji akan membawa dampak ikutan berupa penyesuaian barang dan jasa lainnya. Dia mengharapkan sektor transportasi, yang komponen terbesar biaya operasional adalah BBM seyogyanya menurunan tarif angkutan secara proporsional. 

Keputusan itu agar beberapa komoditas bahan makanan dan makanan yang memerlukan biaya angkut akan memiliki peluang penyesuaian harga akibat turunnya biaya angkut. Alhasil, pedagang juga diharapkan dapat menyesuaikan penurunan ongkos angkut sehingga iku menyesuaikan dengan menurunkan harga barangnya.‎

Begitu pula restoran dan rumah makan yang memakai gas elpiji sebagai bahan bakar memasak akan memiliki ruang penyesuaian tarif menu akibat turunnya biaya memasak.

Lebih lanjut ditegaskan dengan turunnya harga, maka‎ dapat memberikan ruang gerak bagi stimulus ekonomi Bali selama triwulan I/2015. Dia menuturkan rumah tangga akan memiliki ruang tambahan untuk pemindahan alokasi pengeluaran ke konsumsi barang dan jasa lainnya ataupun menabung.

Jika hal itu terjadi, ujarnya, akan menggerakkan pertumbuhan konsumsi  lebih tinggi. Di sisi pengusaha, akan terjadi penurunan ongkos transportasi yang berarti turunnya biaya produksi sehingga pengusaha memiliki peluang menurunkan harga jual. 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali BBM
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top