Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Sulut: Waspadai Inflasi Akibat Pilkada

Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara mewaspadai potensi peningkatan inflasi akibat penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah yang akan berlangsung serentak pada akhir 2015
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  23:21 WIB
Pasar hewan di Mando - prastowoadi74.blogspot.com
Pasar hewan di Mando - prastowoadi74.blogspot.com

Bisnis.com, MANADO - Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara mewaspadai potensi peningkatan inflasi akibat penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah yang akan berlangsung serentak pada akhir 2015.

Deputi Kantor BI Perwakilan Sulut Dudung Setiadi mengatakan penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) akan meningkatkan permintaan terhadap sejumlah barang-barang pokok. Apabila tidak diimbangi dengan suplai yang cukup, harga-harga akan naik.

“Ada potensi kenaikan inflasi karena tinggi permintaan untuk belanja,” katanya, Jumat (23/1/2015).

Pada tahun ini, tercatat ada enam Pilkada yang akan digelar di Sulut, yakni pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulut, pemilihan kepala daerah kota Manado, Kabupaten Minahasa Utra, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Tumur, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Inflasi akibat penyelenggaraan pilkada akan semakin meningkatkan inflasi yang cenderung meningkat di akhir tahun.

Namun demikian, di awal tahun, BI memproyeksi inflasi akan menurun. Pada Januari 2015, BI memperkirakan inflasi akan menurun sebesar -0,89% secara month to month. Inflasi tahunan diperkirakan akan mencapai 7,55%.

Di antara faktor yang memicu penurunan inflasi adalah penurunan harga cabai rawit yang saat ini berkisar Rp20.000 perkg, menurun tajam dibandingkan dengan posisi harga cabai rawit pada akhir tahun lalu yang sempat menyentuh Rp140.000 perkg. Penurunan harga cabai rawit berpengaruh menurunkan inflasi hingga 0,90%.

Menurunnya harga BBM juga diperkirakan akan berpengaruh menurunkan inflasi hingga 0,61%, karena tarif angkutan umum menurun.

Adapun, sejumlah faktor yang diperkirakan masih akan mendorong kenaikan inflasi di antaranya adalah kenaikan harga LPG 12 kg dan tarif listrik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi manado sulut
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top