Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tantangan Sektor Pertanian Hadapi MEA 2015

Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia menilai tantangan sektor pertanian cukup berat menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean yang akan mulai diberlakukan pada akhir Desember 2015.
Wiwiek Dwi Endah
Wiwiek Dwi Endah - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  20:17 WIB
Ilustrasi MEA 2015. Sektor pertanian hadapi tantangan berat - Istimewa
Ilustrasi MEA 2015. Sektor pertanian hadapi tantangan berat - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR--Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia menilai tantangan sektor pertanian cukup berat menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean yang akan mulai diberlakukan pada akhir Desember 2015.

Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bayu Krisnamurti mengatakan, penetapan Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan membawa banyak konsekuensi pada pembangunan ekonomi nasional, termasuk pembangunan pertanian.

 “Karena itu, penetapan ini harus dilihat sebagai proses alamiah dan disikapi secara proporsional dengan tetap mengedepankan upaya antisipatif yang sejalan dengan aturan serta kesepakatan yang ada,” kata Bayu di sela-sela Rapat Kerja Nasional dan Seminar Nasional PERHEPI di Makassar, Kamis (21/1/2015).

 Dia mengungkapkan secara umum daya saing produk pertanian Indonesia masih cukup beragam. Untuk produk perkebunan secara relatif kondisinya lebih baik.

Demikian juga untuk beberapa produk pangan, untuk padi misalnya rerata produktivitas Indonesia hanya sedikit di bawah Vietnam dan jauh lebih tinggi dari negara Asean lainnya.

 “Persoalannya, begitu banyak produk petani keluar dari lahannya, petani menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya kualitas infrastruktur yang buruk, regulasi yang tidak sepenuhnya mendukung upaya mereka mendapatkan harga jual yang baik dan  peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk,” bebernya.

 Semua itu, lanjutnya, membuat daya saing produk petani Indonesia menjadi rendah dan kalah dibandingkan negara-negara Asean lainnya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam menghadapi MEA, pemerintah pusat harus memberikan dukungan yang lebih besar untuk sektor pertanian. Regulasi dan kebijakan harus benar-benar berpihak pada lingkup pertanian.

 "Saya optimistis kita bisa melewati Malaysia, dengan mendorong hilirisasi industri pertanian,"  tegasnya.

Syahrul berharap, PERHEPI bisa menghasilkan rekomendasi untuk memajukan sektor pertanian, utamanya dalam menghadapi MEA.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top