Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RAPAT ECB: Digelar Pk. 19:30 WIB, Jerman Keberatan Gulirkan Stimulus

Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan rencana pembelian obligasi pemerintah untuk memperkuat instrumen kebijakan untuk mendorong ekonomi zona euro yang lesu selain untuk menghindari deflasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  08:22 WIB
 ECB ambil kebijakannya hari ini -
ECB ambil kebijakannya hari ini -

Bisnis.com, JAKARTA- Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan rencana pembelian obligasi pemerintah untuk memperkuat instrumen kebijakan untuk mendorong ekonomi zona euro yang lesu selain untuk menghindari deflasi.

Ekspektasi pasar sangat berlebihan kepada ECB untuk menggulirkan program pembelian obligasi pemerintah dalam jumlah besar (quantitative easing/QE). Langkah itu dilakukan dengan mencetak uang untuk membeli obligasi negara. Namun demikian, bank sentral Jerman Bundesbank menolaknya karena khawatir langkah itu akan membuat negara yang ekonominya kurang sehat enggan melakukan reformasi.

Seorang pejabat zona euro menyatakan kemarin bahwa Dewan Eksekutif ECB, yang melakukan pertemuan sehari sebelumnya, mengusulkan bahwa bank tersebut harus membeli obligasi senilai 50 miliar euro per bulan mulai Maret mendatang.

Sementara itu Dewan Gubernur akan membahas usulan itu hari ini sebelum Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengadakan konferensi pers pukul 13:30 waktu setempat atau sekitar pukul 19:30 WIB.

"Saya berharap mereka akan mneluncurkan program pembelian obligasi yang kemungkinan lebih dari 500 miliar euro," ujar Sassan Ghahramani, CEO SGH Macro Advisors sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (22/1/2015).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman ecb

Sumber : Reuters

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top