Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangka Panjang, Kemasan Polos Rokok Rugikan Petani

Ada dampak jangka panjang yang akan merugikan petani tembakau di Tanah Air bila penerapan kemasan polos di Australia tetap berjalan, bahkan diikuti oleh negara lain. Ancaman tersebut menurutnya adalah kecenderungan bakal turunnya nilai ekspor tembakau Indonesia.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 November 2014  |  16:23 WIB
Jangka Panjang, Kemasan Polos Rokok Rugikan Petani

Bisnis.com, JAKARTA – Ada dampak jangka panjang yang akan merugikan petani tembakau di Tanah Air bila penerapan kemasan polos di Australia tetap berjalan, bahkan diikuti oleh negara lain. Ancaman tersebut menurutnya adalah kecenderungan bakal turunnya nilai ekspor tembakau Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional APTI Budidoyo mengatakan sturan kemasan polos ini juga menjadi salah satu program turunan yang telah dirumuskan oleh FCTC, sehingga menurutnya bila pemerintah Indonesia ikut meratifikasi, bukan tidak mungkin aturan serupa bakal diterapkan di industri rokok nasional.

“Sehingga jika ini tidak segera diantisipasi, kebijakan tersebut bakal mengancam keberlangsungan keberadaan petani tembakau dan cengkeh di Indonesia, karena sesuai aturan FCTC ada langkah sistematis untuk menerapkan berbagai regulasi itu di negara yang sudah meratifikasinya,” katanya Jumat (7/11/2014).

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendukung Pemerintah Indonesia yang telah melayangkan protes resmi ke Pemerintah Australia, terkait penerapan kemasan polos (plain packaging) produk rokok. Jika protes tidak digubris, asosiasi menuntut Australia terapkan kemasan polos pada produk  minuman beralkohol produksi negeri kangguru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top