Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Megaproyek Tol Trans Sumatra: Hutama Karya Incar Pinjaman Rp3,01 Triliun

Perusahaan konstruksi milik pemerintah PT Hutama Karya (Persero) mengincar pinjaman untuk mendanai pembangunan megaproyek tol Trans Sumatra sebesar Rp3,01 triliun.
 Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan konstruksi milik pemerintah PT Hutama Karya (Persero) mengincar pinjaman untuk mendanai pembangunan megaproyek tol Trans Sumatra sebesar Rp3,01 triliun.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Ari Widiyantoro mengatakan perseroan menyediakan dana dari kas internal sebanyak 30% dari total kebutuhan pendanaan untuk pembangunan megaproyek tol Trans Sumatra tersebut. Kas internal yang disediakan maksimum Rp1,29 triliun.

Selebihnya 70% dari total pendanaan atau Rp3,01 triliun, badan usaha milik negara (BUMN) itu akan mencari pinjaman baik dari perbankan, maupun dari perusahaan pembiayaan lain.

"Pendanaan dari ekuitas 30%, dari eksternal 70%. Pendanaan eksternal sudah approach dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan bank," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (8/10/2014).

Sebagai tahap awal, perseroan akan membangun dua ruas tol yakni ruas Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya. Total investasi untuk kedua ruas tol itu diperkirakan mencapai Rp4,2 triliun-Rp4,3 triliun.

Menurutnya, Hutama Karya akan mencari pinjaman dari perbankan nasional. Pasalnya, perseroan mengutamakan dana berdenominasi rupiah ketimbang valuta asing.

Kendati demikian, baginya, tidak menutup kemungkinan untuk meraih pinjaman dari perbankan asing. Untuk pendanaan jangka panjang, Hutama Karya juga membutuhkan Valas bagi kebutuhan belanja modal.

Akan tetapi, dia menilai, pinjaman Valas masih harus dipertimbangkan dengan matang mengingat nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menembus Rp12.200/US$. Perseroan juga harus melakukan hedging jangka panjang bila meminjam Valas dengan nilai yang cukup besar.

Pendanaan yang tengah diincar Hutama Karya, katanya, dapat direalisasikan minimum pada 2015 mendatang. Hal itu bergantung pada negosiasi pembayaran pada surat perjanjian tender yang akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Pinjaman itu tergantung kondisi ketika tender, belum tentu 2015, bisa saja setelah selesai 2018," paparnya.

Dalam proyek ini, Hutama Karya mendapatkan penugasan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hutama Karya akan menggenggam saham mayoritas hingga lebih dari 50% dalam dua ruas tol Trans Sumatra ini.

Saat ini, Hutama Karya masih memiliki dana non cash di perbankan sebesar Rp4 triliun. Sedangkan, standby loan masih tersedia di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Bukopin Tbk. Dana kas internal yang masih tersedia mencapai Rp500 miliar-Rp750 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Sukirno
Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper