Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HOLDING PELABUHAN: Menteri Perhubungan Setuju Peleburan Pelindo

Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyambut baik rencana holding BUMN Pelabuhan yang direncanakan oleh Kementerian badan usaha milik negara (BUMN).
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 02 Oktober 2014  |  19:18 WIB
HOLDING PELABUHAN: Menteri Perhubungan Setuju Peleburan Pelindo
Logo Pelindo III

Bisnis.com, SURABAYA--Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyambut baik rencana holding BUMN Pelabuhan yang direncanakan oleh Kementerian badan usaha milik negara (BUMN).

Menurutnya, holding BUMN pelabuhan dapat membuat kinerja masing-masing perseroan semakin positif. Tercatat, pemerintah menargetkan akan melebur PT Pelabuhan Indonesia I-IV (Persero) dan BUMN terkait pada 2015 mendatang.

Salah satu rencana pemerintah yang dapat segera terealisasi dengan pembentukan holding BUMN pelabuhan adalah program inaport net. Dia optimistis, realisasi program inaport net dapat lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

"Kami dari sisi regulator, kami memastikan aturan main dan pelayanan dan masyarakat. Lebih ke arah itu," jelasnya saat ditemui di Surabaya, Kamis (2/10/2014).

Hingga saat ini, pemerintah telah membentuk 5 holding BUMN. Diantaranya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., PT Pupuk Indonesia (Persero), holding BUMN reasuransi, holding BUMN perkebunan dan kehutanan.

Pembentukan holding BUMN perkebunan dan kehutanan merupakan bagian dari program perampingan jumlah BUMN atau right sizing yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan perusahaan di masing-masing sektor milik pemerintah berskala besar.

Pemerintah menargetkan akan membuat sekitar 14-16 holding perusahaan BUMN dan akan menciutkan jumlah BUMN dari yang ada saat ini sebanyak 138 perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

holding bumn
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top