Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KESELAMATAN PENERBANGAN: Citilink Klaim Sudah Sesuai Prosedur

Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink menyatakan kembalinya pesawat tujuan Medan ke Jakarta karena diduga membawa cairan yang diduga berbahaya, sudah sesuai prosedur.
M. Rochmad Purboyo
M. Rochmad Purboyo - Bisnis.com 25 September 2014  |  11:34 WIB
 Iklan Citilink.  -
Iklan Citilink. -

Bisnis.com, JAKARTA—Maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink menyatakan kembalinya pesawat tujuan Medan ke Jakarta karena diduga membawa cairan yang diduga berbahaya, sudah sesuai prosedur.

Vice President Corporate Communication Citilink Benny S. Butarbutar mengaku memang ada peristiwa munculnya asap di kompartemen kargo di pesawat Citilink QG 834 rute Jakarta-Medan pada Selasa (16/9), tetapi hal tersebut berhasil diatasi dengan tindakan responsif sang pilot dibantu kecanggihan sistem deteksi dan penanganan pesawat airbus A320.

”Pesawat akhirnya kembali ke Jakarta dan setelah mengganti dengan pesawat lainnya, seluruh penumpang bisa diterbangkan ke Medan dengan selamat, kecuali penumpang yang diduga membawa cairan berbahaya untuk ditahan dan diperiksa dulu,” katanya dalam penjelasannya kepada Bisnis Rabu (24/9).

Mengenai prosedur selama penebangan, katanya, fright attendant juga sudah sesuai prosedur untuk memberitahu situasi yang terjadi kepada penumpang. Berdasarkan data dan laporan penerbangan, katanya, setelah mendarat Citilink segera menggantinya dengan pesawat baru dan dalam tempo dua jam pesawat sudah bisa terbang kembali ke Medan dengan kondisi semua penumpang selamat sampai di tujuan.

Manajemen Citilink kemudian meminta segera dilakukan pemeriksaan menyeluruh ke otoritas bandara bahkan setelah sebelumnya juga mengadakan pemeriksaan internal di lingkungan Citilink.

Mengenai penumpang yang diduga pembawa cairan berbahaya itu, manajemen Citilink bersikeras agar penumpang tersebut dapat ditahan dulu tidak boleh ikut terbang karena harus bertanggungjawab menjelaskan barang bawaannya.

Dengan demikian, kata Benny, diketahui bahwa pemeriksaan awal terhadap bagasi penumpang lolos dari mesin pemindai x-ray dan dibiarkan lolos oleh petugas. Penumpang juga tidak memberitahu ketika ditanya oleh pihak Citilink. ”Yang diketahui barangnya justru kelebihan bagasi.”

Menurutnya, pada malam itu juga diadakan pertemuan dengan pejabat dari Direktorat Keamanan Penerbangan Kemenhub, otoritas bandara Angkasa Pura II dan pihak Citilink untuk mengetahui prosedur mana yang terabaikan sehingga bisa lolos barang berupa cairan yang diduga berbahaya tersebut.

Pada saat itu Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Yusfandri Gona bersama pejabat AP II dan Citilink membuat laporan ke Dirjen Perhubungan Udara yang berisi empat poin penting yang intinya menyatakan bahwa kru pesawat sudah menunaikan tugasnya dengan baik dan sistem manajemen keselamatan telah berjalan baik di Citilink.

Laporan selanjutnya pihak Kemenhub akan memberitahu semua pihak yang terkait penerbangan seperti otoritas bandara, regulated Agen, maskapai penerbangan, dan travel agen tentang pengetatan pemeriksaan terhadap penumpang, barang bawaan, bagasi dan juga pesawat terbang terkait regulasi keamanan dan keselamatan penerbangan.

 

Berita sebelumnya:

Bawa Cairan Berbahaya, Pesawat Citilink Tujuan Medan Kembali Ke Jakarta

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citilink

Sumber : Bisnis Indonesia edisi 25/9/2014

Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top