Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Susu Dunia Merosot, Peternak Lokal Kelimpungan

Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Barat mendesak pemerintah menjaga harga jual susu di tingkat peternak menyusul penurunan harga susu dunia.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 16 September 2014  |  14:23 WIB
Harga Susu Dunia Merosot, Peternak Lokal Kelimpungan
Sapi Perah - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Barat mendesak pemerintah menjaga harga jual susu di tingkat peternak menyusul penurunan harga susu dunia.

International Dairy Product Milk Powder Price mencatat sepanjang semester I-2014 harga susu bubuk dunia terus mengalami penurunan.

Pada akhir Juni harga susu bubuk dunia merosot 10% menjadi US$4.600/ton dari US$5.125/ton di awal Januari.

Ketua GKSI Jabar Dedi Setiadi meminta pemerintah untuk melindungi produksi sekaligus harga susu lokal agar dapat mengkatrol nilai jual susu dari rendahnya harga susu dunia.

"Harga susu lokal saat ini mengikuti harga susu dunia, yang terus merosot. Hal tersebut membuat motivasi dari pemerah susu dan peternak sapi perah hilang," kata Dedi kepada Bisnis, Selasa (16/9).

Hal tersebut menurutnya akan berdampak terhadap anjloknya produktivitas susu serta berimplikasi terhadap tingginya produk susu impor di pasar lokal.

Dia mengatakan jika pada suatu saat nanti produk susu impor menguasai kebutuhan susu nasional, permainan harga dari sistem monopoli akan sulit dihindari.

Saat ini saja, tutur Dedi, kontribusi susu lokal untuk kebutuhan susu, baik nasional maupun di Jawa Barat sangat minim.

Menurut data GKSI, kontribusi susu lokal terhadap kebutuhan susu nasional hanya 20%. Padahal, menurut Dedi, sepuluh tahun lalu, susu lokal masih berkontribusi sebesar 30%.

"Jika tidak segera dibuat kebijakan mengenai perlindungan terhadap peternak, persentase kontribusi susu lokal masih bisa menyusut dan lama-kelamaan hilang," katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot pembibitan sapi perah lewat intensifikasi kawin alam (INKA) guna menjaga kualitas produksi susu yang dihasilkan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga susu
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top