Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kucuran Kredit: Bank Kurang Ramah terhadap Manufaktur

Pelaku industri menilai sikap perbankan di dalam negeri tak terlalu ramah bagi pebisnis apalagi yang berskala kecil dan menengah.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 10 September 2014  |  21:00 WIB
Kucuran Kredit: Bank Kurang Ramah terhadap Manufaktur
Bagikan

Bisnis.com,  JAKARTA—Pelaku industri menilai sikap perbankan di dalam negeri tak terlalu ramah bagi pebisnis apalagi yang berskala kecil dan menengah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani menyatakan rerata bunga kredit yang diberikan kepada sektor manufaktur berkisar 10% - 12%.

Persentase yang lebih besar dirasakan industri kecil menengah (IKM) sekitar 15% - 20%.

“Bunga pinjaman itu cenderung meningkat dari tahun lalu karena terkena tekanan kenaikan SBI,” ucapnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (10/9/2014).

Dibandingkan dengan bunga kredit yang diberikan perbankan kepada sektor manufaktur Thailand, Singapura atau Malaysia, maka Indonesia relatif lebih tinggi.

Di negara tetangga bunga pinjaman pada umumnya di bawah 10%.

Pinjaman yang diberikan kepada pelaku industri sejauh ini mayoritas berupa modal kerja dan investasi.

Apindo menilai bunga kredit yang relatif kecil diberikan bank asing kepada investor asing yang hendak menanamkan modal di Indonesia , maka bunga bank lokal umumnya lebih besar.

“Kredit untuk sektor manufaktur itu dinilai berisiko. Bunga dari bank asing [kepada investor asing] bisa 4% - 6% saja,” ujar Franky.

Apindo berharap perbankan tidak memberikan sentimen negatif kepada industri manufaktur hanya karena satu debitur bermasalah.

Apalagi jika kredit macet yang ada disebabkan masalah internal di perusahaan bersangkutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri manufaktur kredit perbankan
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top