Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketahanan Pangan Dimulai dari Ekonomi Desa & Pinggiran

Ketahanan pangan nasional harus dimulai dengan memperkuat ekonomi desa dan daerah pinggir.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 04 September 2014  |  19:00 WIB
Ketahanan Pangan Dimulai dari Ekonomi Desa & Pinggiran

Bisnis.com, JAKARTA--Ketahanan pangan nasional harus dimulai dengan memperkuat ekonomi desa dan daerah pinggir.

Hermen Malik, Bupati Kaur mengatakan, penguatan pangan nasional dapat dilakukann dengan memilah keunggulan produksi pangan nasional.

Misalnya, pangan nasional unggul dalam produksi ubi ketimbang  jagung ataupun gandum, maka olahan pangan nantinya dapat berasal dari jenis ubi.

Selain itu, imbuhnya, diperlukan keinginan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan ekonomi daerah pinggiran untuk memproduksi pangan.

Sayangnya saat ini, imbuhnya, alih-alih memperkuat ekonomi desa dan daerah pinggiran, pemerintah justru kerap membuat kebijakan impor pangan yang kontraproduktif dari semangat menciptakan memperkuat ekonomi desa dan daerah pinggiran.

"Masalah ekonomi dan perdagangan jadi salah satu masalah pangan. Misalnya kerap kita impor, daripada repot. Kan, seharunya memperkuat ekonomi pinggiran," ujarnya, Kamis (4/9).

Menurutnya, secara umum persoalan ketahanan pangan nasional menyangkut beberapa sisi, yakni masalah sosial, budaya dan agama, sumber daya alam dan persaingan kebutuhan.

Dia menuturkan, untuk memperoleh ketahanan pangan, pemerintah mendatang perlu mengembangkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia lokal, kebijakan yang pro terhadap petani, meningkatkan keberagaman pangan domestik dan ketahanan pangan berkelanjutan yang berorientasi nasional.

"Kita juga harus kuasai sektor hulu, seperti pada benih-benih. Kita harus kerja. Kalau disetop, habislah kita."

Andrinof Chaniago, pengamat kebijakan publik mengatakan, pemerintah Jokowi-JK perlu memberikan perhatian lebih kepada petani, sehingga cita-cita ketahanan pangan nasional dapat terwujud.

Menurutnya, selama ini pembangunan yang dilakukan pemerintah kerap berjangka pendek karena ketidakseimbangan perhatian yang diberikan antarlapisan sosial dan antarwilayah.

"Ada ketidakseimbangan dalam memberikan pertahian berpotensi timbulkan ancaman serius," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top