EKSPOR FURNITUR: Penjualan Ajek, Perlu Ekspansi Pasar

Pengusaha mebel, furnitur, maupun panel kayu asal Indonesia didorong ekspansif mencari pasar baru guna mengatasi stagnasi penjualan.
Miftahul Ulum | 02 September 2014 14:54 WIB
Furnitur untuk pasar ekspor - Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA—Pengusaha mebel, furnitur, maupun panel kayu asal Indonesia didorong ekspansif mencari pasar baru guna mengatasi stagnasi penjualan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Rudi Halim menguraikan ada pola penjualan produk turunan kayu dan rotan mengandalkan satu atau dua pembeli tetap. Pola ini rentan terhadap risiko gangguan permintaan.

 “Kalau menggantungkan satu pembeli saja bisa bangkrut, harus ada variasi. Caranya dengan membuka pasar-pasar baru,” jelasnya di Surabaya saat sosialisasi pameran furnitur internasional (IFEX) 2015, Selasa (2/9/2014).

Pendapat senada disampaikan President Director PT Prospek Manunggal Era Industri Peter S.Tjioe. Eksportir kursi rotan ke Amerika Serikat ini mencontohkan perusahaannya 26 tahun bekerja sama dengan satu pembeli dari negara Paman Sam.

 “Tapi sekarang memang perlu lebih ekspansif, karena dengan pola itu yang dikenal mereka. Pemakai tidak mengenal produsen di Indonesia,” jelasnya.

Nilai ekspor mebel dan furnitur berbahan kayu dan rotan asal Indonesia pada 2013 lalu US$1,8 miliar dan diprediksi tahun ini berada di kisaran US$2 miliar tahun ini. Nilai ekspor komoditas ini dari tahun ke tahun berkisar di antara angka tersebut.

Ketua Bidang Mebel Panel AMKRI Ali Jusuf menambahkan ada kecenderungan saat pameran di luar negeri terjadi pembelian sampel barang. Namun, selepas pameran pesanan yang lebih besar tidak kunjung datang.

“Kelemahan pameran di luar seperti itu, hanya sampai pembelian sampel,” jelasnya.

 Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi AMKRI Tenggono Chuandra Phoa menguraikan meski tidak ada pesanan lanjutan tapi bahan baku mengalir ke negara lokasi pameran. Terbukti ada penyelundupan rotan menuju negara tersebut.

 “Itu artinya ada pasar di sana, saat ada pasar pasti penyelundup masuk. Sekarang pameran internasional dilakukan di Indonesia harapannya pembeli tahu dan mengenal produsen dari sini,” tegasnya.

AMKRI mematok pertambahan ekspor mebel dan furnitur US$5 miliar per tahun. Target tersebut diharapkan bisa dicapai melalui pameran skala internasional kali kedua tahun depan sehingga mampu mengundang calon pembeli baru.

Tag : ekspor furnitur
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top