Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Tak Jelas, Kemenkeu Enggan Kabulkan Pembebasan BM Kakao

Kendati didesak Kementerian Perdagangan membebaskan bea masuk biji kakao, Kementerian Keuangan justru enggan mengkaji usulan tersebut karena belum menerima data maupun informasi yang jelas.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 23 April 2014  |  17:41 WIB
Panen kakao. Pembebasan bea masuk terhambat data tak jelas - Bisnis
Panen kakao. Pembebasan bea masuk terhambat data tak jelas - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati didesak Kementerian Perdagangan membebaskan bea masuk biji kakao, Kementerian Keuangan justru enggan mengkaji usulan tersebut karena belum menerima data maupun informasi yang jelas.

Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan pihaknya belum bisa mengkaji usulan Kementerian Perdagangan karena belum mendapatkan informasi yang komprehensif terhadap kebutuhan industri pengolahan biji kakao.

“Saat ini yang harus dilakukan adalah mencari tahu dulu apakah masalahnya dari jenis biji kakao atau masalah kuantitas. Terus terang, masalah ini belum clear sepenuhnya,” ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Rabu (23/4/2014).

Hingga saat ini, dia mengaku belum menerima data atau informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji wacana pembebasan bea masuk biji kakao. Misalnya, data ekspor biji kakao, data produksi hingga data kebutuhan biji kakao dari industri pengolahan.

Bambang menuturkan pihaknya memiliki alternatif lainnya guna memenuhi kebutuhan industri pengolahan biji kakao, antara lain mendorong industri pengolahan kakao untuk bergabung dalam kawasan berikat atau fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

Dia menilai industri pengolahan kakao lebih baik menggunakan fasilitas kawasan berikat atau KITE apabila biaya produksi pengolahan membengkak akibat impor. Menurutnya, fasilitas tersebut memungkinkan bea masuk industri pengolahan biji kakao dibebaskan.

“Kita kan punya kawasan berikat dan KITE, kenapa hal-hal itu yang tidak dipertimbangkan. Jadi memang masih ada opsi-opsi lainnya yang mau kita pelajari. Tetapi yang terpenting harus tahu dulu apa saja sebenarnya yang dibutuhkan industri pengolahan kakao itu,” tegasnya.

Selain itu, Bambang juga mempertimbangkan kenaikan bea keluar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, pemerintah juga akan menyiapkan insentif agar pasar dalam negeri lebih menarik ketimbang pasar luar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bea masuk
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top