Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Bisa Jadi Kampiun Industri Perkebunan Dunia, Asal...

Para pengamat perkebunan menilai Indonesia berpotensi untuk menjadi kampiun di sektor industri perkebunan dunia terutama untuk komoditas kelapa sawit, karet, dan kakao.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  17:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Binsis.com, JAKARTA – Indonesia berpeluang besar menjadi yang terbesar dalam industri perkebunan dunia.

Para pengamat perkebunan menilai Indonesia berpotensi untuk menjadi kampiun di sektor industri perkebunan dunia terutama untuk komoditas kelapa sawit, karet, dan kakao.

Syaratnya, pemerintah konsisten mengembangkan sektor ini melalui kebijakan yang mendorong pertumbuhan industri.

Jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, maka hilirisasi ini berpotensi gagal.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance, Indef, Enny Sri Hartati mengatakan pemerintah harus mampu memberi jaminan kepastian usaha kepada pengusaha.

Jaminan itu seperti adanya sistem perundangan yang jelas, birokrasi yang tidak berbelit, dan adanya perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalan raya.

“Good will pemerintah menjadi kunci keberhasilan hilirisasi,” kata Enny kepada Bisnis, Senin (24/2/2014).

Menurut Enny, ia masih menemukan ketidaksinergisan antara kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Misalnya, kebijakan terkait perijinan dan juga tata ruang dan wilayah.

Padahal, hilirisasi ini akan meningkatkan kesejahteraan petani karena meningkatnya pendapatan mereka.

“Petani memperoleh jaminan bahwa produksinya akan terserap pasar. Ini akan mendorong terbentuknya harga yang ekonomis dan pada ujungnya pendapatan petani meningkat,” jelas Enny.

Hal senada juga diungkapkan Senior Advisor Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor, E. Gumbira Sa’id.

Dihubungi secara terpisah, Gumbira mengatakan program hilirisasi erat kaitannya dengan perbaikan di sektor on farm (hulu).

Petani harus mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produksinya.

Oleh karena itu, jelas dia, lagi-lagi pemerintah diminta mampu mengkoordinir petani agar mampu memperbaiki kualitas produksinya.

“Pemerintah sebaiknya memberdayakan koperasi petani sehingga lebih berperan dalam usaha meningkatkan mutu petani,” ungkap Gumbira.

Lebih jauh, Gumbira menilai hilirisasi perkebunan juga harus memberikan nilai lebih di sektor perkembangan penelitian nasional.

Selama ini, imbas positif dari pembangunan industri perkebunan belum dirasakan di sektor ini.

“Alih fungsi bisnis seharusnya dilakukan secara menyeluruh, baik fisiknya seperti pabrik ataupun juga pendukung lainnya seperti pengembangan teknologi dan penelitiannya,” ungkap Gumbira.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kakao Indonesia, Askindo, Zulhefi Sikumbang menyayangkan ketidakmampuan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman kakao petani.

Kondisi ini, menurut dia, akan menghambat laju pertumbuhan industri pengolahan kakao di masa mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkebunan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top