Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peresmian Sejumlah PLTU Mundur ke April 2014

Sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ditargetkan beroperasi (commissioning on date/COD) pada Januari, termasuk dalam program percepatan pertama (fast track program/FTP I), harus mundur pada April 2014.
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  18:05 WIB
Investasi PLN tahun ini menurun dibandingkan dengan 2013.  - bisnis.com
Investasi PLN tahun ini menurun dibandingkan dengan 2013. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ditargetkan beroperasi (commissioning on date/COD) pada Januari, termasuk dalam program percepatan pertama (fast track program/FTP I), harus mundur pada April 2014. 

PLTU tersebut antara lain PLTU Teluk Sirih unit 1 berdaya 112 Mega Watt (MW) dan PLTU Tarahan unit 1 berdaya 100 MW. Dua PLTU itu mengalami beberapa kendala dalam hal teknis.

Di sisi lain, beberapa PLTU dari proyek FTP I yang seharunya akan operasional pada tahun ini juga akan mundur di pertengahan 2015. PLTU tersebut antara lain PLTU Parit Baru unit 1 dan unit 2 masing-masing berdaya 50 MW, serta PLTU Kalimantan Timur unit 1 dan unit 2 berdaya 110 MW. 

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencatat PLTU Parit Baru unit 1 dan unit 2 terkendala karena pengadaan proses konsolidasi tanah yang memakan waktu cukup lama. Di sisi lain, PLTU Kalimantan Timur unit 1 dan unit 2 mengalami keterlambatan karena kendala koordinasi internal kontraktor pengembangnya. 

Berkaitan dengan rencana operasional PLTU yang termasuk dalam FTP I tersebut, perusahaan pelat merah itu tetap akan membayar konstruksi setelah masa COD. Direktur Konstruksi dan Energi Terbarukan PLN Nasri Sebayang mengatakan perseroan akan membayar kontraktor setelah serah terima pembangkit sebanyak 5% dari nilai kontrak.

"Untuk pembangkit listrik akan dipotong 10% pembayaran, sisa dari pembayaran itu bisa dibayarkan setelah COD," ujarnya, Selasa (18/2/2014).

Pembayaran pembangkit yang akan masuk dalam tahap COD tahun ini diambil dari investasi PLN. Badan usaha milik negara tersebut mengalokasikan dana investasi untuk pembangkit listrik dengan total daya 2.592 MW.

Investasi PLN tahun ini menurun dibandingkan dengan 2013. Tahun ini perseroan hanya mengalokasikan sebanyak Rp57,54 tirliun, sedangkan pada 2013 investasi mencapai Rp67 triliun. 

Selain digunakan untuk membayar pembangkit yang dalam masa COD, beberapa proyek yang dibayar adalah pembangunan pembangkit dari pihak swasta (independent power producer/IPP) setelah berada dalam masa finansial close, PLTU skala kecil, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal. 

Alokasi pembayaran IPP digunakan untuk sejumlah pembangkit dengan total daya hingga 3.350 MW. Di samping itu terdapat beberapa PLTU skala kecil yang ditotal berdaya 530 MW dan sejumlah proyek PLTS yang jumlah dayanya mencapai 42.730 dibayar dari investasi PLN. 

Selain pembangkit COD, investasi PLN juga akan digunakan sebagai pembayaran untuk proyek transmis dan gardu induk. Pembiayaan distribusi listrik juga akan diambil dari investasi tahun ini. Alokasi tersebut untuk pendistribusian ke 3.484 pelanggan, jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR), dan pembangunan gardu distribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu fast track i sumatera
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top