Pertamina Akuisisi Blok 405a di Aljazair Seharga Rp20 Triliun

PT Pertamina (Persero) mengumumkan secara resmi telah mengakuisisi Blok 405a yang berada di Aljazair dengan nilai transaksi total US$1,75 miliar atau sekitar Rp20 triliun.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 28 November 2013  |  10:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengumumkan secara resmi telah mengakuisisi Blok 405a yang berada di Aljazair dengan nilai transaksi total US$1,75 miliar atau sekitar Rp20 triliun.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, akuisisi skala besar itu memberikan Pertamina minyak mentah berkualitas tinggi dalam jumlah signifikan.

"Langkah ini juga merepresentasikan 'milestone' kunci pada upaya ekspansi bisnis 'upstream' internasional Pertamina," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Pertamina resmi memiliki Blok 405a setelah menuntaskan transaksi pembelian unit bisnis ConocoPhillips di Aljazair yakni ConocoPhillips Algeria Limited.

Blok 405a terdiri dari tiga lapangan minyak utama yaitu Menzel Lejmat North (MLN), Ourhoud, dan EMK.

Setelah akuisisi, Pertamina menguasai 65 persen hak partisipasi (participating interest/PI) di Lapangan MLN, sekaligus bertindak sebagai operator.

Sementara, di Lapangan Ourhoud dan EMK, Pertamina masing-masing memiliki 3,7% PI dan 16,9%  PI.

Pertamina tak menjadi operator di kedua lapangan itu. Total produksi Blok 405a kini mencapai lebih dari 35.000 barel per hari, sehingga dengan akuisisi itu, Pertamina memperoleh bagian sekitar 23.000 barel per hari.

Selanjutnya, produksi minyak Pertamina akan bertambah dari Blok 405a sekitar 35.000 barel per hari, setelah Lapangan EMK mulai berproduksi.

Hasil produksi minyak Blok 405a direncanakan masuk ke kilang Pertamina.

Sementara, tambahan cadangan untuk Pertamina dari blok itu ditaksir lebih dari 100 juta barel minyak.

Aset bersih ConocoPhillips Algeria Ltd tercatat sebesar 850 juta dolar AS per 31 Oktober 2012.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pertamina, dirut pertamina

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top