Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laundry Café Kini Kian Menjamur

Bisnis laundry plus cafe kini semakin menjamur di ibu kota mengiktui gaya hidup dan kesibukan warga kota besar.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 26 November 2013  |  21:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kesibukan masyarakat yang semakin padat, kegiatan mencuci dan menyetrika seolah menjadi sesuatu yang berat untuk dikerjakan sendiri sehingga mereka lebih memilih menyerahkan urusan tersebut kepada penyedia jasa laundry.

Dulunya, laundry lebih banyak digunakan untuk perhitungan satuan pakaian. Seiring berkembangnya jaman, laundry telah menjadi kebutuhan sehingga muncullan bisnis laundry yang menggunakan pehitungan kiloan.

Besarnya prospek bisnis tersebut, menyebabkan, usaha laundry semakin menjamur di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Tidak jarang banyak pelaku usaha, khususnya laundry kiloan yang mulai bersaing harga yang terkadang kurang memperhatikan kualitas.

Faiz A Jaya, Laundry Business Coach mengatakan banyak konsumen yang mulai mengeluhkan berbagai permasalahan jasa laundry kiloan tersebut, mulai dari baju yang tertukar, luntur, bahkan hilang.

Kondisi ini kemudian memunculkan tren baru dalam bisnis laundry yakni self service dengan menggunakan mesin laundry koin yang digabungkan dengan lifestyle atau gaya hidup masyarakat sehingga terbentuklah laundry café.

Dengan penggunaan mesin laundry koin, pemilik dapat mencuci sendiri pakaiannya tanpa harus takut tertukar dengan pemilik lain sehingga lebih terjaga privasinya. 

“Beberapa tahun ini, convenience store dan coffee shop sudah menjadi gaya hidup. Tren ini juga akan terjadi pada bisnis laundry sehingga menjadi gaya hidup baru, dan akan berkembang pada 2014. Apalagi, ketika telah merasa nyaman dan menjadi gaya hidup, masyarakat tidak lagi mempermasalahkan harga yang harus dibayarkan,” ucapnya.

Faiz menuturkan bagi pelaku usaha yang ingin terjun dalam bisnis laundry tersebut, hal pertama yang harus dilakukan ialah memilih mesin laundry koin. Setelah itu, untuk pengembangannya dapat membentuk laundry café sendiri. Atau bekerjasama dengan pemilik café, salon, spa, perpustakaan mini, atau tempat-tempat hang out lainnya.

“Kalau kerjasama juga bisa saling menguntungkan. Kita bisa memanfaatkan pelanggan yang datang ke café, spa, atau salon tersebut untuk melaudry pakaiannya, atau sambil menunggu pakainnya selesai di laundry pelanggan bisa sambil menikmati salon spa atau café.”

Selain itu, untuk menarik pelanggan, pemilik usaha dapat melakukan berbagai aktivitas dengan menggarap komunitas-komunitas tertentu sehingga masyarakat akan semakin mengenal trend bisnis laundry tersebut.

“Misalnya, kita bisa menyelenggarakan event tertentu, peserta bisa ikut secara gratis asalkan mereka menggunakan jasa laundry koin tersebut. Yang penting untuk saat ini diperlukan sosialisasi dan edukasi dulu. Cara paling efektif menggirinya ialah dengan mengemasnya menjadi sesuatu yang menyenangkan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cafe
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top