Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Keluhkan BUMN Masuki Bisnis Properti Menengah

Bisnis.com, JAKARTA—Semakin marakya anak usaha BUMN yang bergerak di bidang konstruksi memasuki bisnis properti menengah-atas menjadi keluhan pengembang.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 03 Oktober 2013  |  17:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Semakin marakya anak usaha BUMN yang bergerak di bidang konstruksi memasuki bisnis properti menengah-atas menjadi keluhan pengembang.

Seperti diketahui, beberapa pengembang BUMN yang telah aktif dalam pembangunan perumahan mewah, apartemen, atau properti komersial adalah PT Wika Realty, PT HK Realtindo, PT Adhi Persada Realti, dan PT Adhi Persada Properti.

Ketua Kehormatan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Enggartiasto Lukita mengatakan seharusnya BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dapat melaksanakan fungsinya sebagai public obligation.

“Mereka dengan sangat leluasa bergerak dan menyaingi para pengembang nasional tanpa sanksi apapun atas penyimpangan tujuan pendirian BUMN sebagai organ pelaksana public oblibation pemerintah,” katanya, Kamis  (3/10/2013).

Dia merasa sikap pemerintah kepada BUMN dengan pengembang swasta berbeda. Padahal, sambungnya, kebutuhan perumahan (backlog) di Indonesia sangat tinggi saat ini.

“Jika BUMN saja tidak mau membangun rumah sederhana, ya jangan dibebankan kepada pengembang swasta melalui aturan hunian berimbang,” tambahnya.

Menurutnya, BUMN telah kehilangan orientasi dan berubah bentuk menjadi perusahaan pengembang ber-pelat merah yang mengedepankan perolehan keuntungan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn rei enggartiasto lukito
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top