Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBY Berharap Pasar Amati Kerja Keras Pemerintah

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pasar meyakini bahwa pemerintah tidak berhenti bekerja untuk mengatasi gejolak yang terjadi di sektor keuangan khususnya terkait dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS."Sekarang
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 29 Agustus 2013  |  18:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pasar meyakini bahwa pemerintah tidak berhenti bekerja untuk mengatasi gejolak yang terjadi di sektor keuangan khususnya terkait dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Sekarang pun saudara, para menteri teknis tidak berhenti untuk mengelola dan melakukan sesuatu. Pasar perlu mengerti bahwa kami bekerja dengan sungguh-sungguh," katanya saat membuka rapat terbatas bersama tim ekonomi di Kantor Presiden, Kamis (29/8/2013).

Presiden SBY meminta pasar mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan bahwa paket kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah pada pekan lalu benar-benar dijalankan.

"Saya selalu bertanya kepada menteri, sudah atau belum menyampaikan ke publik apa yang sudah dilakukan pada hari itu dan hari-hari berikutnya. Dengan demikian ada kenyamanan banyak pihak, mitra-mitra di dalam atau luar negeri dan masyarakat kita".

Kepala Negara menegaskan bahwa setelah menetapkan paket kebijakan untuk mengatasi dan mengelola permasalahan ekonomi terkini, pemerintah masih terus bekerja.

Dia mafhum apabila kebijakan yang merupakan respons pemerintah itu tidak serta-merta menghasilkan dampak dalam pekan ini juga.

"Lazimnya ada satu kurun waktu untuk mendapatkan impact. Tentu yang kita harapkan impact yang positif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah sby presiden sby
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top