Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jabar Produksi Gas Kalibrasi 4.000 Botol Per Bulan

Bisnis.com, SURABAYA – Produsen gas industri Samator Group menjalin kerja sama dengan Taiyo Nippon Sanso Corporation, Jepang, dan National Oxygen, Singapura, memproduksi helium dan gas kalibrasi di Jawa Barat yang didukung dana investasi US$6 juta.
Adam A. Chevny
Adam A. Chevny - Bisnis.com 29 Agustus 2013  |  15:09 WIB

Bisnis.com, SURABAYA – Produsen gas industri Samator Group menjalin kerja sama dengan Taiyo Nippon Sanso Corporation, Jepang, dan National Oxygen, Singapura, memproduksi helium dan gas kalibrasi di Jawa Barat yang didukung dana investasi US$6 juta.

Kerja sama ketiga pihak dikukuhkan dengan membentuk perusahaan PT Samator Taiyo Nippon Sanso, dimana komposisi kepemilikan saham antara Samator, Taiyo Nippon dan National Oxygen berbanding 50% : 33,33% dan 16,67%.

Presiden Direktur Samator Group Arief Harsono mengatakan sinergi tiga perusahaan gas industri tersebut akan memanfaatkan peluang pasar helium di Indonesia dengan kebutuhan berkisar 3.000 – 4.000 botol per bulan (1 botol = 6 m3) yang masih mengandalkan impor asal AS.

Menurut dia, sasaran utama helium adalah industri otomotif yang banyak berlokasi di Jawa Barat. Selain itu, ketiga perusahaan juga memproduksi gas kalibrasi dan CNG mix gas yang banyak dibutuhkan industri manufaktur.

“Kerja sama yang kami bangun bukan hanya di bidang pemasaran, tetapi juga dilakukan alih teknologi (dari National Oxygen dan Taiyo Nippon kepada Samator). Nilai investasi tahap awal US$6 juta dan akan terus berkembang,” ujarnya seusai penandatanganan kerja sama antara Samator, Taiyo Nippon dan National Oxygen di Surabaya, Kamis (29/8 2013).

Arief menambahkan pemrosesan helium akan dimulai akhir tahun ini dengan kapasitas 5.000 botol per bulan (1 botol = 6 m3). Kegiatan tersebut dilakukan di salah satu fasilitas produksi milik Samator di Jawa Barat, karena industri otomotif banyak terdapat di provinsi tersebut.

Helium diperlukan berbagai jenis industri antara lain bidang otomotif, galangan kapal dan pengelasan, yang berfungsi menggantikan acetylin/karbit (yang menimbulkan polusi).

Samator yang berkantor pusat di Surabaya dan telah beroperasi sejak 1979 merupakan produsen gas industri seperti oxygen, nitrogen, argon, hydrogen, carbon dioxide, nitrous oxide dan lainnya lagi. Perusahaan tersebut mengoperasikan 46 unit produksi dari Lhokseumawe hingga Sorong, Papua. Selain itu memiliki 100 unit depo gas industri di seluruh Indonesia guna memasok ke pelanggan industri serta rumah sakit.

“Kami memiliki jaringan distribusi yang luas, maka Taiyo Nippon (perusahaan gas industri terkemuka di Jepang) menggandeng kami guna memproduksi helium di Indonesia,” papar Arief.

Deputy Managing Director National Oxygen Gary Choo mengatakan pihaknya akan berperan untuk mentransfer teknologi produksi helium dan gas kalibrasi, sesuai kesepakatan ketiga pihak.

“Kami juga akan mendistribusikan helium dan gas kalibrasi ke Singapura dengan memanfaatkan hasil pemrosesan di Batam, karena Samator memiliki unit produksi di Batam,” tuturnya.

Pemrosesan helium menggunakan bahan baku dalam bentuk cair asal AS, kemudian diproses menjadi gas dan dikemas dalam botol berukuran 6 m3 – 7 m3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas samator oksigen
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top