Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Properti Pacu Kebutuhan Lampu

Bisnis.com, JAKARTA—Bertumbuh pesatnya sektor properti di Indonesia membuka peluang pada meningkatnya kebutuhan pencahayaan yang lebih tinggi, dengan arah pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 26 Agustus 2013  |  18:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Bertumbuh pesatnya sektor properti di Indonesia membuka peluang pada meningkatnya kebutuhan pencahayaan yang lebih tinggi, dengan arah pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Pihak PT Philips Indonesia memperkirakan seperlima pemanfaatan listrik digunakan untuk penggunaan lampu atau pencahayaan. Tanpa menyebutkan secara mendetil, diperkirakan jumlah perumahan di Indonesia yang sudah memanfaatkan lampu hemat energi masih sangat minim.

Meskipun begitu, Marketing Manager Commercial & OEM Professional Lighting Channel PT Philips Indonesia Danny Gunadi mengatakan kesadaran pemanfaatan lampu hemat energi di gedung komersial dan industri seperti perkantoran, hotel, mall, atau pabrik semakin membaik.

“Kalau untuk rumah tinggal, masih rendah. Hal ini disebabkan biaya investasi awal lebih mahal 2 sampai 3 kali lipat dari lampu konvensional, padahal bisa menghemat energi hingga 50% dengan masa pakai lebih lama,” katanya saat Konferensi Pers 2nd Annual Indonesia Real Estate 2013, Senin (26/8/2013).

Jika kebutuhan rumah mencapai 15 juta unit, jelasnya, dan seperlima belas dari total kebutuhan tersebut bisa dikonversi dengan lampu hemat energi, setidaknya bisa menghemat hingga Rp100 miliar setiap tahun atau setara dengan penanaman 595.000 pohon.

“Kalau di Singapura pemanfaatan lampu LED (light emitting diodes) untuk perumahan sekitar 1:5 (di antara 5 rumah ada 1 yang sudah menggunakan LED), di China 1:3. Setidaknya tidak terlalu muluk jika di Indonesia bisa mencapai 1:15,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan lampu led philips indonesia bangunan komersil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top