Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

180 KRL Bekas Jepang Tiba Akhir September

Bisnis.com, JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek - anak usaha PT Kereta Api Indonesia (persero) - menunda mendatangkan 180 unit gerbong kereta rel listrik bekas buatan Jepang karena masih digunakan di Jepang.Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek
Henrykus F. Nuwa Wedo
Henrykus F. Nuwa Wedo - Bisnis.com 20 Agustus 2013  |  17:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek - anak usaha PT Kereta Api Indonesia (persero) - menunda mendatangkan 180 unit gerbong kereta rel listrik bekas buatan Jepang karena masih digunakan di Jepang.

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Tri Handoyo menjelaskan sebelumnya PT KCJ merencanakan mendatangkan 180 unit gerbong kereta rel listrik (KRL) asal Jepang, namun ditunda hingga akhir September 2013.

"Belum ada penambahan. Harusnya 180 unit datang Agustus 2013 [tetapi] masih dipakai di Jepang dan masih di-replace," ujarnya, Selasa (20/8/2013).

Menurutnya, pihaknya akan mendatangkan 180 unit gerbong KRL secara bertahap setiap bulan sebanyak 40 unit sejak September 2013  hingga Desember 2013 dan sisanya akan didatangkan pada Januari 2014.

Sejak penerapan tarif progresif bersubsidi, jumlah penumpang KRL lintas Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) meningkat hingga 30%.

"Jumlah penumpang sekarang rata-rata 500.000 per hari bahkan pernah mencapai 592.000 ribu. Penambahan kereta dan perjalanan belum dilakukan tetapi peningkatan sudah 30%," katanya.

Dia mengatakan bila 180 unit gerbong KRL itu telah tiba, diharapkan dapat mempercepat headway perjalanan KRL meski terkendala banyak perlintasan sebidang pada sejumlah jalur KRL di Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang pt kai kcj krl jabodetabek
Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top