Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masalah Tata Kelola, Pelayanan Kapal di Tanjung Perak Lamban

Bisnis.com, SURABAYA--Pengusaha menilai waktu tunggu kapal dan bongkar kontainer di Tanjung Perak Surabaya tidak ideal akibat kesalahan administrasi, keterbatasan fasilitas, dan tumpang tindih tata kelola.Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 30 Juli 2013  |  05:38 WIB
Masalah Tata Kelola, Pelayanan Kapal di Tanjung Perak Lamban

Bisnis.com, SURABAYA--Pengusaha menilai waktu tunggu kapal dan bongkar kontainer di Tanjung Perak Surabaya tidak ideal akibat kesalahan administrasi, keterbatasan fasilitas, dan tumpang tindih tata kelola.

Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur Bambang Sukadi menuturkan waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan barang/kontainer di Tanjung Perak pernah mencapai 20 hari. 

Hal itu, menurutnya, menyebabkan produksi perusahaan terganggu dan sebagian buruh menganggur akibat menunggu bahan bahan baku, sementara biaya operasional tetap ditanggung oleh perusahaan.

Bambang menilai lamanya waktu pemeriksaan disebabkan keterbatasan tenaga pemeriksa, keterbatasan waktu kerja, dan problem administrasi. 

Setiap hari diperkirakan 330 boks kontainer masuk Terminal Petikemas Surabaya (TPS), tetapi yang bisa ditangani hanya sekitar 190 boks. 

"Jumlah itu berarti ada yang tersisa dan belum terperiksa, sehingga menjadikan waktu pengeluaran kontainer semakin mundur," urainya dalam diskusi antara Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo), Ombudsman Republik Indonesia, Otoritas Pelabuhan dan sejumlah asosiasi pengusaha, Senin (29/7/2013). 

Saat ini, lanjutnya, pemeriksaan barang ada perbaikan sehingga waktu pemeriksaan perlu waktu sepekan.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Jatim Hengky Pratoko menilai penanganan kontainer di Tanjung Perak idealnya hanya 3--4 hari. Meski demikian, pertumbuhan kontainer sekitar 5% per tahun menyebabkan tantangan memperpendek waktu pemeriksaan cukup berat.

Selain waktu tunggu pemeriksaan kontainer, Ketua Umum DPC Indonesia National Shipowners Asociation (INSA) Surabaya, Steven H. Lasawengen menyebut waktu tunggu kapal jadi permasalahan tersendiri.

Steven menguraikan waktu tunggu kapal bisa mencapai 10 hari karena keterbatasan tambatan. "Kalau tambatan ditambah maka bisa memotong waktu tunggu kapal itu," jelasnya. 

Dia menggambarkan terminal Jamrud Utara waktu tunggu 5-10 hari, Terminal Berlian waktu tunggu 5-10 hari, Terminal Mira waktu tunggu 1-2 hari dan Terminal Nilam waktu tunggu 1-4 hari. Semua waktu tunggu itu mayoritas disebabkan terbatasnya tambatan di pelabuhan yang ada.

Ketua Umum Depalindo Toto Dirgantoro menuturkan sejumlah pelaku bisnis mengadukan tata kelola Tanjung Perak, utamanya soal biaya ekonomi tinggi. "Semula kami menilai kendala pelabuhan hanya di Tanjung Priok, tapi ternyata ada pengusaha di Perak mengadu pula," jelasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, Depalindo bersama Ombudsman menjaring aspirasi, pendapat, dan menerima masukan dari pelaku usaha di Surabaya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insa tanjung perak ombudsman alfi waktu tunggu kapal ginsi jatim depalindo
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top