Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TKDN: PLN Akan Tingkatkan Produk Lokal

BISNIS.COM, JAKARTA–PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan meningkatkan pasokan produk dalam negeri mengingat pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk listrik hanya Rp18,3 triliun pada tahun lalu.

BISNIS.COM, JAKARTA–PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan meningkatkan pasokan produk dalam negeri mengingat pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk listrik hanya Rp18,3 triliun pada tahun lalu.

Padahal, tahun lalu potensi industri domestik untuk listrik Rp29,1 triliun. Kementerian Perindustrian menargetkan investasi kelistrikan pada tahun lalu total keseluruhan Rp92,8 triliun.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, perseroan akan memberlakukan sistem pengadaan open book untuk mengatasi hal itu.

“Untuk visi jangka panjang, PLN akan mengajak partner menggunakan produk lokal. Kalau pemerintah memakai persenan dalam mendata produk, maka kami akan menggunakan open book,” katanya di Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Sistem yang digunakan PLN tersebut adalah membedah pembukuan yang dimiliki oleh partner perseroan dalam penggunaan pembangkit listrik.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengatakan akan melihat mitranya apakah telah menggunakan produk dalam negeri atau masih didominasi oleh asing.

Dia mengatakan setelah mendata peralatan listrik, PLN akan melihat kebutuhan apa yang bisa diganti dengan produk dalam negeri.

Misalnya, mulai Januari untuk trafo tegangan tinggi mereka tidak akan menyarankan impor lagi dan akan menggantinya memakai turbin pabrikan Bandung. Hal ini disebut oleh Nur sebagai proses nurture.

Persero mengakui, dari belanja modal sebesar Rp50 triliun pada tahun lalu, sebagian dari peralatan yang digunakan oleh PLN menggunakan produk dari China.

Terutama proyek pembangkit 10.000 Mega Watt (MW) menggunakan pembangkit seluruhnya buatan China. Hal ini, imbuhnya, akan bertahap diganti dengan produk dari workshop lokal dengan kualitas yang sama.

Selain melakukan proses nurturing atau penggatian produk menjadi produl lokal, perseroan akan melakukan pengawasan ketat untuk alat-alat lain yang pabriknya lebih banyak. Misalnya seperti alat pengukur meteran digital. Nur mengatakan, perseroan pernah kebobolan mengenai alat ukur listrik ini.

Pabrik yang membuat mengaku memproduksi di dalam negeri ternyata mengimpor dari China dan dibungkus di Indonesia. Untuk hal ini, PLN akan memberikan sanksi berat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Inda Marlina
Editor : Sepudin Zuhri

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper