Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBINAAN PKL: Kinerja Pedagang Hasil Relokasi Dipacu

BISNIS.COM, JAKARTA— Pemerintah  meningkatkan kinerja pedagang kaki lima yang telah direlokasi di beberapa wilayah kota Bogor, Jawa Barat melalui program-program penunjang usaha pahlawan ekonomi kerakyatan tersebut.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 23 April 2013  |  20:40 WIB
PEMBINAAN PKL: Kinerja Pedagang Hasil Relokasi Dipacu
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA— Pemerintah  meningkatkan kinerja pedagang kaki lima yang telah direlokasi di beberapa wilayah kota Bogor, Jawa Barat melalui program-program penunjang usaha pahlawan ekonomi kerakyatan tersebut.

I. Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUMK Kementerian Koperasi dan UKM, menegaskan sasaran peningkatan kinerja itu diutamakan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang telah dijadikan rintisan model di Bogor.

Rintisan tersebut melibatkan koperasi sebagai coordinator yang dimulai pada Periode 2011, masing-masing untuk PKL kuliner di kawasan Bina Marga, Ekalokasari, Gang Selot, dan Bangbarung Raya.  Berdasarkan monitoring dan penilaian terhadap kinerja PKL pada 2012, kinerjanya memang meningkat.

”Parameternya adalah omzet harian dan pendapatan bersih perhari mereka dibandingkan tahun lalu. Omzet harian PKL anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Pedagang Selobang meningkat  dari rata-rata Rp 382.000 menjadi rata-rata Rp 434.482,” paparnya kepada Bisnis, Selasa (23/4).

Kenaikan tersebut hingga 13,74%, kemudikan PKL Kuliner di lokasi lain juga mengalami peningkatan hingga 16,41%. Itu maknanya pada setiap lokasi usaha, PKL mampu meraih peningkatan omzet yang rata-ratadi atas 10%.

Menurut Wayan, peningkatan kinerja tersebut akan terkendala jika tidak dilakukan perbaikan pola atau model pengembangan. Karena itu pada tahun ini dilakukan beberapa kegiatan untuk memacu peningkatan kinerja mereka.

Di antaranya, pemantapan dan perbaikan model, pengembangan simpan pinjam dengan sistem tanggung renteng, melakukan massivikasi media masa untuk meningkatkan pemasaran serta penilaian higienes dan sanitasi.

Langkah tersebut dilakukan agar eksistensi mereka tetap mendapat apresiasi dari masyarakat sekaligus kinerja mereka akan dihargai. Untuk penilaian higienes dan sanitasi pangan, diberikan pelatihan melalui fasilitasi Dinas Kesehatan Kota Bogor. (if)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm pkl relokasi kemenkop

Sumber : Mulia Ginting Munthe

Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top