Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siapkan Rp10,54 triliun, PIP Akan Masuk Sektor Bisnis Ramah Lingkungan

BISNIS.COM, JAKARTA-Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menargetkan tahun ini dapat merealisasikan investasi senilai Rp10,54 triliun untuk berbagai proyek infrastruktur.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 17 Maret 2013  |  23:55 WIB
Siapkan Rp10,54 triliun, PIP Akan Masuk Sektor Bisnis Ramah Lingkungan

BISNIS.COM, JAKARTA-Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menargetkan tahun ini dapat merealisasikan investasi senilai Rp10,54 triliun untuk berbagai proyek infrastruktur.

Terdapat enam proyek besar yang disasar yakni proyek ramah lingkungan, mendukung (public private partnership) PPP, pengambilalihan PT Inalum, menfasilitasi dana geothermal, memberi pinjaman kepada pemda dan pinjaman BUMN.

Kepala PIP Soritaon Siregar mengungkapkan tahun ini pihaknya mulai masuk ke sektor proyek ramah lingkungan seperti minihydro, biomassa, dan waste to energy. Ia menjelaskan PIP menyadari sektor ini merupakan suatu yang baru bagi PIP baik dalam sisi calon mitra (swasta) maupun hal teknis.

"Proses penyiapan proyek membutuhkan waktu yang lama sehingga berpengaruh pada lamanya proses permohonan pinjaman,"paparnya kepada Bisnis, Minggu (17/3/2013).

Ia mengungkapkan untuk masuk ke sektor itu PIP menyiapkan dana senilai Rp211,6 miliar. Untuk itu PIP akan menjalin kerjasama dengan lembaga lain yang memiliki pengalaman dalam pembiayaan mini hydro.

Selain itu PIP telah menyusun skema pinjaman yang telah disesuaikan dengan lamanya proses penyiapan proyek. Dia menjelaskan untuk pembangkit listrik tenaga minihidro itu umumnya merupakan proyek dengan kapasitas di bawah 10 megawatt.

"Masuknya PIP sesuasi dengan penugasan Menteri Keuangan agar PIP melaksanakan pengelolaan Fasilitas Dana Geothermal (FDG) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 286/ KMK.011/2011," ujarnya.

Saritaon menuturkan untuk pengelolahan FDG itu, PIP mengalokasikan dana senilai Rp2,43 triliun. Pihaknya memproyeksikan tahun 2013 dapat membiayai 9 Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi dengan nilai komitmen sebesar Rp2.430 Miliar dan total penyaluran Rp810 Miliar. Ia mengungkapkan telah mengantongi 5 proposal Pemerintah Daerah dan 4 proposal Pemegang izin usaha pertambangan (IUP).

Sementara untuk mendukung proyek PPP pemerintah, PIP menyiapkan dana pinjaman sebesar Rp100 miliar. Untuk investasi di daerah PIP menyiapkan pinjaman investasi kepada pemda senilai Rp450 miliar. Sedangkan untuk BUMN, PIP mengalokasikan pinjaman senilai Rp350 miliar.

"Yang paling besar ialah PIP melanjutkan amanah APBN senilai Rp 7 triliun untuk pengambilalihan PT Inalum," paparnya.
Sekedar catatan PT Indonesia Asahan Almunium (Inalum) merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan investor asal Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Aluminium Co Ltd (NAA). Kerja sama yang dimulai sejak 1975 ini akan berakhir pada 2013 mendatang. Pemerintah tahun ini akan mengambil alih semua pengelolahan PT Inalum ini. (faa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan inalum pinjaman ppp pip ramah lingkungan
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top