Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gapmmi Desak Pemerintah Tuntaskan Kisruh Bawang

BISNIS.COM, JAKARTA—Gapmmi mendesak pemerintah mengatasi kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, sehingga tidak sampai memengaruhi proses produksi makanan dalam kemasan.
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 15 Maret 2013  |  13:53 WIB
Gapmmi Desak Pemerintah Tuntaskan Kisruh Bawang
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Gapmmi mendesak pemerintah mengatasi kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, sehingga tidak sampai memengaruhi proses produksi makanan dalam kemasan.

Sekretaris Jenderal  Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan kalangan produsen makanan dan minuman agak mengkhawatirkan kondisi tersebut dikaitkan dengan ketersediaan bawang merah dan bawang putih untuk digunakan dalam proses produksi pada Maret 2013.

“Stok [bawang merah dan bawang putih di produsen makanan dan minuman dalam kemasan] agak mengkhawatirkan untuk periode Maret, Kebutuhan itu tersedia di pasar [tapi] harganya tinggi,” kara Franky saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini, Jumat (15/3/2013).

Franky mengharapkan Kementerian Perdagangan segera bisa mengatasi kondisi tingginya harga bawang  merah dan bawang putih di pasar.

Mengingat sejumlah proses produksi makanan dalam kemasan menggunakan bawang dalam proses pembuatannya, seperti snack rasa bawang atau dalam pembuatan mie.

“Kementerian Pertanian agar serius menangani sektor produksi, agar produki bisa sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pola makan,” kata Franky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sby gita wirjawan hortikultura harga bawang

Sumber : Linda T.Silitonga

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top