Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU TELUK SIRIH Beroperasi Juni 2013

PADANG: PLN Wilayah Sumatra Barat menjadwalkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih berkapasitas 2x112 MW pada Juni 2013.  Judi Winardi, General Manager PT PLN Sumbar menyebut hal ini dikarenakan kesiapan jaringan PLTU tersebut
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  16:04 WIB

PADANG: PLN Wilayah Sumatra Barat menjadwalkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih berkapasitas 2x112 MW pada Juni 2013.  

Judi Winardi, General Manager PT PLN Sumbar menyebut hal ini dikarenakan kesiapan jaringan PLTU tersebut sudah mendekati rampung, terutama di sisi jaringan serta kesiapan lain - lain.

"Dan, Insyaallah, pada Juni mendatang siap beroperasi, dan membantu kebutuhan daya listrik masyarakat di Sumbar," katanya kepada Bisnis hari ini.

Khusus jaringan, ucap Judi, terlihat kalau bentang (jaringan) dari daerah Indarung - Bungus sudah selesai, kemudian untuk daerah Bungus - Teluk Sirih sebentar lagi rampung (satu atau dua bulan ini).

"Intinya, kalau ini (PLTU) beroperasi, kelistrikan di Sumbar pun dijamin lancar," katanya.

PLTU Teluk Sirih, merupakan pembangkit listrik tenaga uap berbahan baku Batubara terletak di Desa Teluk Sirih Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, dengan area 14 ha (luasan pembebasan 40 ha).

Mega proyek ini masuk dalam salah satu proyek percepatan 10 ribu MW, dengan nilai Rp 673,6 milyar yang dibiayai Asbanda (Asosiasi Bank Daerah) dan China Development Bank (CDB).

Data pihak PLN Wilayah setempat, kemampuan (daya) listrik di Sumbar sebesar 504,66 MW (angka ini diluar kapasitas PLTU Teluk Sirih sebesar 2x112 MW).

Daya tersebut, berasal dari pembangkit Ombilin, PLTA Singkarak (160 MW) , PLTA Maninjau, PLTA Batang Agam, PLTA Koto Panjang, dan PLTG Pauh Limo.

"Keseluruhan daya tadi, masuk dalam interkoneksi sistem," kata Judi.

Selain itu, ada juga pembangkit penghasil daya yang terpisah alias tidak masuk dalam sistem interkoneksi, a.l PLTD Lunang sebesar 4 MW, dan PLTD Kambang 14 MW.    

Di sisi beban puncak Sumbar sebesar memiliki 420 MW (rata-rata), dan kalau dilihat neraca kemampuan sepertinya mampu menghandle kebutuhan kelistrikan di daerah berjuluk ranah minang tersebut.

"Tapi, Sumbar tetap harus masuk jalur interkoneksi, upaya memenuhi kebutuhan 1 juta-an pelanggan, dan minimalisir kalau saja ada salah satu dari pembangkit mengalami kendala," kata Judi.   (ra)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Tusrisep

Editor : Rustam-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top