Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REDENOMINASI RUPIAH: Presiden SBY ingatkan dampaknya terhadap inflasi

JAKARTA -- Istana mengingatkan kemungkinan dampak inflasi yang dapat terjadi apabila redenominasi (penyederanaan nilai mata uang) rupiah dijalankan.
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  18:18 WIB

JAKARTA -- Istana mengingatkan kemungkinan dampak inflasi yang dapat terjadi apabila redenominasi (penyederanaan nilai mata uang) rupiah dijalankan.

 
"Satu hal yang perlu diwaspadai adalah inflasi akibat pembulatan ke atas," ujarnya Staf Khusus Kepresidenan Bidang Perekonomian Firmanzah, Selasa (29/1).
 
Firmanzah mengatakan SBY secara umum terbuka dengaan usulan redenominasi. Presiden, lanjutnya, menyampaikan hal tersebut pada Rapat Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran 2013 dengan pejabat tinggi pusat dan daerah di Jakarta Convention Center, kemarin.
 
Namun demikian, ujarnya, presiden mengingatkan akan ada dampak inflasi yang mungkin terjadi akibat redenominasi.
 
Dia mencontohkan kasus yang terjadi di Perancis ketika Negara itu menggantikan penggunaan mata uang franc ke euro, pemerintah sampai melakukan pemotongan harga di pasar ritel hingga 10% untuk menjaga inflasi tidak naik terlalu tinggi dan membebani.
 
"Butuh perencanaan dan proses matang. Yang penting purchasing power parity harus dijaga," ujarnya.
 
Kalaupun redenominasi dijalankan, ujarnya, perlu ada undang-undang yang mengatur hal tersebut. 
 
Menurut dia, semua pertimbangan terkait dengan rencana kebijakan redenominasi sedang dikumpulkan dan nantinya akan dibahas bersama dengan DPR. 
 
Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai Indonesia perlu melakukan redenominasi untuk menjadi negara besar dan bermartabat.
 
Namun demikian, Agus menilai saat ini memang belum tepat untuk melakukan redenominasi.
 
"Harus tahu waktunya yang tepat. Kami ingin masyarakat paham [redemoninasi] dan tidak timbul dampak yang tidak kita inginkan."  (Faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top