Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK JALAN KOTA SUMUT: Ada 100 paket senilai Rp1,9 triliun, ini dia rinciannya

MEDAN : Sebanyak 100 paket proyek di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) I Medan pada 2013 ini mulai ditenderkan dengan nilai keseluruhan mencapai triliunan rupiah. 100 paket proyek tersebut dibagi dalam dua kategori, a.l untuk paket
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  12:21 WIB

MEDAN : Sebanyak 100 paket proyek di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) I Medan pada 2013 ini mulai ditenderkan dengan nilai keseluruhan mencapai triliunan rupiah.
 
100 paket proyek tersebut dibagi dalam dua kategori, a.l untuk paket konstruksi yakni pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan serta paket konsultan mengerjakan perencanaan dan pengawasan.
 
“Proses lelang proyeknya sudah berjalan dan sekarang sedang dalam tahap evaluasi oleh BBPJN I Medan,” kata Kepala Bidang Perencanaan BBPJN I Medan, Fathurrahman kepada Bisnis, Selasa (29/1).
 
Menurut Fathurrahman, 100 paket proyek 2013 untuk Provinsi Sumatra utara ini nilainya diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun, meningkat sebesar 20 % dibanding 2012 yang sebesar Rp1,5 triliun.
 
“Paket proyek senilai Rp1,9 triliun ini termasuk juga didalamnya proyek yang sekarang sudah berjalan, seperti jalan tol yang tidak perlu di lelang lagi. Namun untuk pengerjaan lainnya seperti peningkatan struktur jalan nasional, pemeliharaan jembatan, pembangunan jembatan dan lanjutan Fly Over Jamin Ginting ada di 2013 ini dan sedang dalam proses lelang,” ujarnya.
 
Kemudian ada beberapa proyek juga yang mudah-mudahan bisa tuntas dalam waktu yang telah ditentukan, seperti jalan Kabanjahe-Kuta Buluh, Kuta Buluh-Lau Pakam. “Kondisi jalan nasional tersebut sangat jelek dibanding daerah lain, sementara untuk Lintas Timur sudah bagus dan baik jalannya. Mudah-mudahan di 2014 bisa selesai,” kata Fathurrahman.
 
Dalam proses lelang tersebut, kata Fathurrahman, BBPJN I Medan membuka seluas-luasnya kepada kontraktor untuk mengikuti proses lelang tersebut, tidak ada yang membatasinya asalkan memenuhi kualifikasi dan ketentuan teknis yang diinginkan.
 
“Jika ada yang merasa dirugikan dalam proses lelang tersebut, ada momentnya dan bisa melakukan sanggahan, bahkan bisa menyanggah hingga ke Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Fathurrahman.
 
Seperti lelang di 2012, menurut Fathurrahman, dari catatan, sebanyak 70 % kontraktor lokal (Sumut) ikut dalam proses tender, dan ada juga kontraktor nasional, BUMN serta kontraktor asing seperti pembangunan jalan tol.
 
Sementara itu, Makmur Azis, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Sumut mengatakan, untuk proyek-proyek tersebut para kontraktor Sumut selalu berjuang ikut tender untuk dapat mengerjakan proyek-proyek itu. “Sekitar 40 % hingga 50 %, kontraktor lokal [Sumut] berjuang mengerjakan pekerjaan dari total proyek,” kata Makmur Azis.
 
Untuk proyek 2013, menurut Makmur Azis, Gapensi mendapatkan porsi pekerjaan paling sedikit 60 %. “Nilai proyek sebesar Rp1,9 triliun itu sebenarnya termasuk didalamnya untuk konsultan dan jalan tol. Kalau total proyek yang diikuti Gapensi senilai Rp1,3 triliun dari Rp1,9 triliun itu,” katanya. (K14/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Heru Rahmad Kurnia

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top